Apakah dompet Ultimafriens bolong atau diambil makhluk tak kasat mata?
Eits, menurut Reporter kayaknya enggak dua-duanya, ya.
Hahaha, Ultimafriends pasti terkadang tanpa disadari sudah melakukan pemborosan!
“Wih skin hero baru nih! Top up diamond dulu ah.”
“Ih brand ini ngeluarin produk baru, shade ini kan yang paling dicari-cari. Beli dulu deh, nyesel belakangan.”
Tanpa disadari, aktivitas seperti ngopi santai di kafe, hangout di mall atau tempat hiburan, sampai ke belanja baju baru atau mainan baru menjadikan kita melakukan pemborosan. Faktanya, di dunia ini masih banyak lagi hal-hal yang menuntun kita pada impulsive buying.
Apa itu impulsive buying? Seharusnya term ini sudah enggak asing lagi dong ya, Ultimafriends. Jadi, impulsive buying adalah kegiatan membeli di bawah tekanan sadar sehingga seseorang membeli di luar kontrol untuk menahan diri. Contohnya, seperti kita yang langsung membeli karena dipengaruhi iklan dari review produk di sosial media, diskon barang lucu, atau hal lainnya.
Hayo, jadi pernah kan diri kita melakukan impulsive buying? Walaupun sebenarnya setiap orang hanya ingin merasakan kebahagiaan atau euforia ketika memiliki sesuatu barang yang mereka inginkan sesaat. Namun, seringkali mengeluarkan uang untuk kegiatan impulsif justru menjadi sia-sia yang berujung ke penyesalan, loh.
“Hah, bukannya frugal living itu untuk orang dewasa saja, ya?”
Ultimafriends, faktanya frugal living juga sudah bisa diterapkan dari umur belum aktif bekerja, loh. Berikut di antaranya, simak, yuk, Ultimafriends!
- 1. Identifikasi pengeluaran yang tidak perlu
- Contohnya bisa se-simple bikin kopi sendiri daripada beli secangkir kopi di luar sana yang harganya bisa mencapai 25-30 ribu dalam sekali pengeluaran. Ini juga merupakan salah satu alasan keuangan Ultimafriends tiba-tiba menipis. Kalau dalam sehari bisa 30 ribu untuk kopi dan dikali dengan 5 hari kerja, berarti seminggu Ultimafriends sudah mengeluarkan 150 ribu. Padahal, uang tersebut bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih menguntungkan.
2. Gunakan barang semaksimal mungkin
Barang-barang consumer goods, seperti baju, sepatu, dan tas bisa banget kalian pakai sampai benar-benar rusak, loh. Hal ini juga bisa membantu menghentikan fast-moving consumer goods yang sedang merajalela di industri konsumen.
3. Investasi jangka panjang
Bukan investasi emas atau saham, melainkan sesederhana tentang kita yang membeli barang untuk kualitasnya. Harga lebih mahal sedikit dengan kualitas yang lebih baik bisa membantu kita untuk tidak membeli atau bahkan memperbaiki produk tersebut dalam jangka waktu singkat.
4. Pintar-pintar mencari harga
Nah, ini adalah salah satu cara frugal living yang Reporter ikut terapkan, yaitu dengan pintar-pintar membandingkan harga produk di e-commerce. Selisih perbedaan 5-10 ribu plus dapat gratis ongkir, adalah sesuatu yang bisa menguntungkan pengeluaran kita, loh.
5. Buat laporan keuangan pribadi
Cara yang ini memang rasanya kalau dipikir-pikir malas untuk dilakukan, ya, Ultimafriends. Namun, percaya, deh, ketika Ultimafriends mencatat pengeluaran dan memikirkan pengeluaran mana yang paling besar dan ke mana uang tersebut pergi, kalian pasti akan belajar untuk mengelola keuangan dengan bijak!