YAKIN MASIH MAU BERI RATING 1 BINTANG BAGI PENGENDARA TRANSPORTASI DARING?

Written by on April 13, 2018

Hadirnya transportasi daring yang siap menjemput kamu hanya dengan menggunakan aplikasi di smartphone tidak dapat dipungkiri sangat memudahkan kita untuk bepergian. Tidak perlu berjalan jauh ke halte, mengantre di tengah teriknya matahari, dan menghadapi pengendara yang suka memainkan argo dengan mengambil jalur terjauh. Paling tidak tiga poin ini seringkali membuat pelanggan—termasuk tim reporter dan mungkin kamu juga—untuk berpindah hati dari transportasi konvensional ke transportasi berbasis online.

Tidak hanya sebagai moda transportasi, kehadiran transportasi berbasis aplikasi daring ini juga menghadirkan fitur-fitur yang makin membuat kita nyaman dan mager seharian di rumah, misalnya layanan pengiriman makanan, pengiriman paket secara instan, memanggil cleaning service, tukang cuci mobil bahkan tukang pijat sekalipun hanya dengan beberapa sentuhan di layar smartphone kita. Walaupun dapat diakses oleh siapapun yang memiliki gawai pintar, tapi nampaknya beberapa pelanggan belum dapat bertingkah sepintar gawainya. Bila kita sering melihat akun media sosial dari perkumpulan pengemudi kendaraan berbasis daring, masih sering kita temui pelanggan yang bertindak semena-mena. Tindakan semena-mena yang tim reporter maksud, salah satunya adalah memberikan rating satu bintang.

Perlu kita ketahui bersama Ultimafriends, memberikan rating satu bintang dapat secara signifikan merusak nilai performa pengendara bersangkutan. Mulai dari makin sulitnya si pengendara untuk mendapat order hingga yang paling parah, pemutusan kemitraan oleh perusahaan yang bersangkutan. Memang tidak sedikit pelanggan yang memberikan rating rendah tersebut karena pelayanan yang sangat tidak layak dari pengemudi, namun tidak sedikit yang memberi rating rendah karena hal-hal yang sebenarnya sepele. Mari kita renungkan beberapa poin di bawah ini.

Pengemudi harus melewati hambatan dan rintangan—termasuk macetnya Jakarta dan sekitarnya— saat mengantar

Saat Ultimafriends memesan makanan lewat layanan dari aplikasi, pengemudi yang menerima pesanan tersebut bisa jadi sedang menunggu di tempat yang jauh dari restoran yang dipesan. Perhitungkanlah jarak tempuh menuju restoran tersebut, ditambah lagi dengan waktu antre untuk membelikan makanan, lalu mengantarkannya ke alamat Ultimafriends. Belum lagi bila hujan turun di tengah perjalanan dan membuat kemasan makanan jadi jelek. Mungkin terdengar menjengkelkan, tapi ingatlah Ultimafriends, mereka mengemudi menembus hujan di saat kita sedang asik scrolling Instagram di kasur yang hangat.

Bisa saja ini adalah satu-satunya mata pencaharian mereka

Baru-baru ini akun @keluhkesahojol.id di Instagram membagikan cerita seorang pelanggan yang memberi bintang satu karena terlalu lama menunggu kembalian. Pengemudi terpaksa mengikhlaskan argo delapan ribu rupiah karena tidak dapat menemukan uang kembalian dari uang kertas merah bergambar Soekarno-Hatta yang diberikan oleh pelanggan. Beberapa lama kemudian, pengemudi mendapat notifikasi dari perusahaan bahwa pelanggan tersebut memberi bintang satu dan perusahaan memutuskan untuk men-suspend akun pengemudi tersebut. Padahal argonya sudah digratiskan, entah apa yang dipikirkan oleh pelanggan tersebut.

Ada pengemudi yang keterlaluan buruk, tapi ada juga yang baik

Bintang satu sepertinya wajar jika kita berikan pada pengendara yang luar biasa keterlaluan, misalnya berkata kasar, melakukan hal-hal membahayakan seperti menyetir ugal-ugalan, atau melakukan tindakan tidak senonoh. Mereka pantas diberikan rating rendah karena dapat mengancam keselamatan kita, tapi untuk masalah seperti durasi menunggu, cobalah sedikit bertoleransi karena kehadiran para pengemudi berjaket hijau tersebut sudah sangat memudahkan kita.

Terakhir, sedikit tambahan untuk mereka yang mungkin suka memesan kendaraan lalu membatalkannya saat pengendara sudah berada di lokasi penjemputan, hati-hati karena hal itu dapat sangat membahayakan para pengemudi transportasi daring. hal ini dideteksi oleh perusahaan sebagai percobaan melakukan order fiktif, dan bila ada bukti yang cukup kuat, perusahaan dapat menjatuhkan sanksi dari pengurangan porsi pesanan hingga pemutusan mitra.

Artikel ini dibuat tidak untuk meng-encourage kamu untuk selalu memberi rating bintang lima seperti yang diminta para pengemudi transportasi daring, “bintang lima nya ya, Mas.” Justru sebaliknya, dengan memberi rating sesuai dengan pengalaman berkendara kita dengan si pengemudi akan menjadi masukan yang berguna bagi pengemudi dan juga perusahaan transportasi daring. Namun Ultimafriends, tetap bijak dan bersimpati ya dalam menggunakan transportasi berbasis daring.

Editor: Vania Evan

Continue reading

Previous post

FRIDAY


107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST