WIRO SABLENG 212 BERALIH DARI PENULISAN NUMERIK

Written by on April 4, 2018

Ultimafriends, kamu pasti pernah denger Wiro Sableng dong? Itu lho, seorang pendekar yang mengenakan pakaian hingga ikat kepala serba putih dan punya tato 212 di dadanya.

Bagi Ultimafriends yang udah lahir sebelum tahun 1997, mungkin kamu inget siapa Wiro Sableng karena pendekar itu sering muncul di layar kaca melalui sebuah serial di salah satu stasiun televisi, tapi kamu tahu nggak sih kalau Wiro Sableng itu awalnya merupakan tokoh dalam sebuah karya fiksi?

Wiro Sableng, as known as Pendekar 212, adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito, ayah dari salah satu aktor tampan dan berpotensi di Indonesia, yaitu Vino G. Bastian. Dengan nama lahir Wira Saksana, Wiro yang sejak bayi udah dilatih oleh gurunya, Sinto Gendeng, merupakan seorang pendekar yang punya senjata Kapak Maut Geni 212.

Angka 212 yang terdapat di dada serta kapak miliknya itu ternyata bukan sekEdar angka lho, Ultimafriends. Angka tersebut mempunyai makna, yaitu dalam diri manusia terdapat dua unsur, tentang manusiawi dan Tuhan. Segala yang ada di dunia ini, terdiri atas sebagian, yang berlainan namun merupakan pasangan, semuanya tak dapat terpisahkan.

Nah, kalau kamu pikir 212 itu hanya terdapat di dada dan kapaknya Wiro Sableng, atau mungkin yang kamu tahu, kapak itu satu-satunya senjata yang dimiliki oleh anak dari Raden Romo Weleng ini, ternyata masih kurang lengkap, karena 212 nggak hanya terdapat di dada dan kapak Wiro Sableng, melainkan di dua senjata lain miliknya, yaitu Batu Hitam 212 dan Bintang 212.

Dalam serial televisinya, 212 itu tertulis secara numerik sebagaimana kita menulisnya. Namun, ada yang baru dari penulisan 212 dalam filmnya yang akan tayang di layar lebar nih, Ultimafriends. Kira-kira apa ya yang bikin beda dari sebelumnya?

“Kalau berpikir secara logika, Wiro Sableng ini kan latar waktunya ratusan tahun yang lalu, apa di tahun segitu 212 udah tertulis dalam bentuk angka? Itu yang menjadi pemikiran utama kami. Jadi kami berpikir untuk menulis 212 dalam bentuk aksara,” ucap Alvin Hariz, poster designer dari film Wiro Sableng 212 ketika ditanya makna dari penulisan 212 yang baru pada sharing session bersama Lifelike Pictures dan Wiro Sableng Film Team.

“Ketika melakukan pukulan, di bagian tubuh musuhnya itu akan ter-cap 212, kebakar, dan nggak bisa hilang. Permasalahannya, kalau tulisannya 212 seperti kita biasa menulis, cap itu kebalik dan nggak kebaca 212. Jadi, kami berpikir kalau lambangnya itu harus simetris, bolak-balik itu harus sama,” lanjut pria lulusan Desain Komunikasi Visual itu.

Penulisan 212 yang baru itu pada akhirnya bukan berupa tulisan aksara, melainkan tiga goresan sederhana yang bisa dilihat secara bolak-balik. Siapa yang mengira kalau tiga goresan itu adalah huruf W inisial dari nama Wiro?

Bukan hanya kamu kok, Ultimafriends karena tim reporter pun melihat goresan itu sebagai huruf W sebelum Alvin Hariz memberikan penjelasan tentang penulisan baru dari 212, tapi sekarang kita udah sama-sama tahu makna dari tiga goresan itu, kan?

Nah, kalau menurut kamu, penulisan 212 yang baru ini unik dan kreatif nggak, Ultimafriends?

 

Baca juga: Sheila Timothy, Dari Ragu Hingga Jatuh Cinta pada Karakter Wiro Sableng

Editor: Vania Evan
Tagged as

Continue reading

Previous post

FRIDAY


107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST