Usung Tema Express Yourself, Radioactive 2020 Luncurkan Mini Web Series Bertajuk “Jika Dunia sedang Bercanda”

Written by on November 24, 2020

Ultimafriends, acara off air tahunan terbesar UMN Radio, Radioactive 2020, akhirnya usai. Acara ini ditutup dengan closing night online pada Sabtu (21/11) lalu. Radioactive 2020 menjadi Radioactive perdana yang seluruh rangkaian acaranya dilakukan secara online. Dengan mengusung tema Express Yourself dan berfokus pada isu mental health, closing night Radioactive 2020 menghadirkan Syahravi dan Mardial sebagai guest star serta meluncurkan mini web series bertajuk Jika Dunia sedang Bercanda.

Mini web series tersebut menjadi terobosan baru Radioactive tahun ini. Produser Mini Web Series Kathy Puteri Utomo menyebutkan, Jika Dunia sedang Bercanda berawal dari usulan Tim Visual Radioactive 2020 pasca keluarnya putusan perubahan format acara dari offline menjadi online. Kala itu, mereka menilai terobosan ini bisa membuat closing night Radioactive 2020 lebih unik dan berkesan dibanding online concert pada umumnya. Mini web series ini juga bisa menjadi sarana penyampaian pesan dan tema acara yang menarik dalam bentuk audio visual.

Jika Dunia sedang Bercanda berkisah tentang dua pribadi yang saling bertolak belakang namun bertemu secara tidak sengaja pada satu waktu. Pribadi pertama, Eleena, digambarkan sebagai sosok yang berada pada posisi terendah dalam hidup akibat kehilangan orang berharganya. Hal ini membuat Eleena terpuruk dan tidak bisa mengekspresikan dirinya. Sementara itu, pribadi kedua bernama Rama, merupakan tokoh yang mengaku sering merasa kehilangan jati dirinya. Meski demikian, ia tetap berusaha berekspresi dan berbagi kebahagiaan melalui pantomim.

Tokoh Eleena dalam mini web series “Jika Dunia sedang Bercanda” yang ditayangkan di Closing Night Radioactive 2020, Sabtu (21/11). (Foto: Theresia Melinda I.)

Kamu tahu nggak sih, Ultimafriends, ternyata ada hal menarik di balik cerita Jika Dunia sedang Bercanda yang ditampilkan pada closing night Radioactive 2020. Cerita pada episode kedua mini web series tersebut rupanya memiliki keterkaitan khusus dengan lagu Digital Love yang dibawakan oleh Mardial bersama Ramengvrl. Keterkaitan ini memang sengaja dirancang sedemikian rupa agar mini web series dan musisi penampil menjadi satu kesatuan utuh.

“Hal ini biar nyambung (antara) web series dan musisinya. Kita mau bikin si musisi sebagai bagian dari web series, bukan sebagai ‘break’ di antara web series,” ujar Kathy kepada tim reporter, Selasa (24/11).

Selain berasal dari musisi yang hadir, inspirasi cerita untuk mini web series Jika Dunia sedang Bercanda juga merupakan buah pikir dari sutradara dan penulis naskah mini web series, yakni Josephine Aprillia dan Hollynov Naiborhu. Menurut Josephine, ide awal cerita memang berasal dari tema yang diusung Radioactive 2020. Josephine mengusulkan untuk membuat kisah dari dua tokoh dan dua sudut pandang yang tidak saling terkait. Pada satu titik, kedua tokoh dan sudut pandang ini akan bertemu akibat ketidaksengajaan lalu mulai membagikan pengalaman masing-masing melalui perbincangan singkat.

“Dari sana, muncul ide cerita yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh scriptwriter,” ungkap Josephine saat diwawancarai secara online pada Selasa (24/11).

Sejalan dengan hal tersebut, Hollynov selaku scriptwriter juga menyatakan bahwa hampir sebagian besar gagasan dalam proses pembuatan mini web series ini berasal dari pemikiran, eksperimen, dan imajinasi pihak-pihak yang terlibat langsung di dalamnya. Namun, dirinya tak memungkiri bahwa terdapat referensi untuk treatment dan mood film yang ia dan timnya gunakan dalam mini web series ini. Referensi tersebut berasal dari film Joker serta sejumlah film pendek lainnya dari dalam dan luar negeri.

Kathy, Josephine, dan Hollynov juga menyebutkan bahwa melalui mini web series ini, penonton diajak untuk bisa mengekspresikan diri dan perasaannya. Bentuk-bentuk ekspresi tersebut tidak hanya terbatas pada ekspresi yang melambangkan kebahagiaan, tetapi juga yang melambangkan kesedihan. Pada dasarnya, berani berekspresi bukan berarti berani menunjukkan bakat, melainkan berani menerima dan mengatasi kesedihan yang dialami. Seperti judul mini web series Jika Dunia Sedang Bercanda, penonton diingatkan bahwa dunia tak selamanya berjalan sesuai harapan. Kadang ia bercanda dan candaannya pun bisa melukai hati.

“Dengan berjuang menerima kenyataan, kamu bisa mengekspresikan diri kamu lebih lagi. Kami harap, semua penonton dan panitia Radioactive 2020 ke depannya bisa lebih mengekspresikan diri,” tutur Kathy selaku Produser Mini Web Series Jika Dunia Sedang Bercanda.

Nah, Ultimafriends, buat kamu yang kemarin tidak sempat hadir dan menyaksikan mini web series milik Radioactive 2020, nggak usah khawatir karena kamu dapat segera menyaksikannya di Youtube UMN Radio pada 26 November mendatang. Jangan lupa ajak teman-teman kamu menyaksikan terobosan baru Radioactive 2020 ini, ya!

Editor: Aurelia Gracia

107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST