UMN Radio Try: Weekly Planner, Solusi Jaga Produktivitas Kerjamu

Written by on November 26, 2021

Ultimafriends, pernah enggak sih kamu mikir, “Kenapa hari ini gue nyantai banget, ya?” Padahal, masih ada laporan magang yang menunggu buat dilanjutkan, proposal penelitian yang menanti buat direvisi, serta proyek-proyek Ujian Akhir Semester (UAS) yang merengek minta dikerjakan. Meski sadar, rasanya badan ini terlalu malas buat bangkit dari tempat tidur.

Kemudian di hari lain, kamu bisa jadi excessively productive. Semua tugas dilibas habis, termasuk yang deadline pengumpulannya masih dua minggu. Bukannya tim reporter mau ngajarin kamu ngumpul tugas dekat-dekat deadline, tetapi semua yang berlebihan enggak baik, kan, Ultimafriends? Walau berlabel “belajar dan mengerjakan tugas”, tetap saja kamu enggak boleh memforsir diri sendiri. Demikian halnya dengan refreshing dan self-reward yang enggak bisa dilakukan terus-terusan.

Dua paragraf di atas sebenarnya merupakan curhatan hati tim reporter yang merasa belum bisa menjaga produktivitas harian. Dalam sehari, tim reporter bisa jadi super mager dan enggan melakukan pekerjaan selain makan, tidur, nonton series. Namun di hari lain, tim reporter bisa punya semangat 45 buat menyelesaikan seluruh tugas, sampai tidur pukul 5 pagi. Kalau kamu juga mengalami hal sejenis, yuk, ini saatnya sama-sama berhenti!

 

Ekspresi kamu setelah begadang sepanjang malam buat mengerjakan tugas. (Sumber: Pinterest)

Sudah bukan rahasia umum bahwa kebiasaan malas bakal kasih dampak negatif buat kamu di kemudian hari. Meski demikian, punya kegiatan berlebih juga bisa mengarah pada hustle culture. Kalau kamu mau tahu lebih banyak soal hustle culture di ranah perkuliahan, kamu bisa baca artikel ini, tetapi singkatnya hustle culture adalah kondisi ketika kamu terlalu mengutamakan pekerjaan, termasuk pada hari-hari yang seharusnya jadi waktu istirahatmu. Terkadang, oranng yang mulai menganut gaya hidup ini bakal merasa enggak enak atau produktif ketika enggak melakukan pekerjaan.

Kedua kondisi di atas sama-sama enggak bagus. Oleh karena itu, guna menemukan cara untuk menjaga keseimbangan produktivitas harian, tim reporter melakukan eksperimen kecil-kecilan pada diri sendiri. Selama seminggu, tim reporter membuat weekly planner berisi hal-hal apa saja yang harus dikerjakan atau diselesaikan dalam minggu tersebut. Setiap kegiatan dibagi per hari, bergantung pada skala prioritas dan tingkat urgensinya. Di bawah ini adalah contoh weekly planner milik tim reporter.

 

Contoh weekly planner yang dibuat tim reporter. (Sumber: Dibuat dengan Canva)

Kalau diperhatikan dari weekly planner di atas, tim reporter memang tidak menulis secara rinci kegiatan per hari beserta waktunya. Tim reporter hanya menulis kegiatan yang dirasa penting dan wajib diselesaikan pada hari itu. Jika setiap kegiatan telah berhasil diselesaikan sesuai rencana, tim reporter akan memberi check pada kertas plan. Selanjutnya, sisa waktu dapat digunakan untuk tidur lebih cepat atau refreshing dengan menonton film.

Sejujurnya, tim reporter enggak bisa langsung mengikuti weekly planner di atas dalam sekali coba. Terkadang, ada tugas atau tanggung jawab harian yang harus ditunda karena urusan mendesak lain. Pada hari pertama dan kedua percobaan, tim reporter bahkan masih gagal mengusir hasrat menonton film. Akibatnya, satu atau dua tugas dalam weekly planner jadi terabaikan dan harus di-reschedule pengerjaannya. Meski demikian, setelah mencoba konsisten selama dua sampai tiga hari, semua terasa lebih nyaman.

Enggak ada lagi rasa malas berlebih ketika hendak mengerjakan tugas. Tim reporter justru lebih semangat untuk buru-buru memberi centang pada weekly planner. Enggak ada juga rasa bersalah ketika tim reporter tidur cepat atau menonton film di malam hari. Pasalnya, dengan melihat weekly planner, tim reporter jadi sadar bahwa hari itu telah dilewati dengan produktif, sehingga sisa waktu yang ada bisa dimanfaatkan sebebas mungkin sebagai bentuk reward kepada diri sendiri. Di samping itu, weekly planner juga mencegah tim reporter untuk menghabiskan waktu terlalu lama pada satu kegiatan karena masih ada kegiatan lain yang menanti untuk dikerjakan.

Kesimpulannya, tim reporter merasa cara ini efektif buat menjaga keseimbangan produktivitas kerja. Memang agak PR ketika harus membuat daftar kegiatan baru tiap akhir minggu, tetapi percayalah, kamu bakal merasa lebih nyaman dan teratur setelah terbiasa melakukannya.

Featured Image Source: Estee Janssens on Unsplash
Editor: Elizabeth Chiquita Tuedestin P.

107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST