UMN RADIO TRY: Puasa Media Sosial

Written by on June 19, 2021

Ultimafriends, puasa media sosial menjadi sebuah hal yang sulit dilakukan apalagi di masa yang serba digital sekarang. Eksperimen ini didasari oleh vlog yang dibuat Ferry Irwandi, pembuat konten berbasis di YouTube yang karya-karyanya kebanyakan adalah video estetik. Ternyata tidak lama, Fiersa Besari juga membuat konten yang sama. Oleh karena itu, terpikirkan untuk ikut mencoba. Siapa tahu bisa “memperbaiki” diri.

Namun, sebelum lebih dalam ngomong soal puasa ini perlu dipahami dahulu apa itu media sosial. Instagram, Facebook, Twitter, TikTok dan mungkin LinkedIn bisa tergolong sebagai media sosial. Aplikasi tersebut menawarkan pertemuan secara daring bagi kelompok besar masyarakat dan menjadikannya sebuah forum besar. 

Berbeda dengan WhatsApp dan LINE. Kedua aplikasi itu adalah contoh media interpersonal, yang menawarkan fasilitas berbicara dalam ranah yang lebih sempit dan privat. Eksperimen yang gue lakukan tidak melibatkan aplikasi media interpersonal. Semua pekerjaan dan urusan penting ada di sana sehingga tidak bisa untuk menghilangkan peran mereka.

Percobaan dilakukan sejak hari Senin (29/3) sampai Senin (5/4). Seminggu tersebut dilewati tanpa akses ke media sosial sama sekali. Penelitian ini gue lakukan bersama Melinda, salah satu Ultimacrews supaya bisa memberikan perspektif lain dari pengalaman puasa ini.

Bart Simpson main video games. (Pinterest/Lisa Mali)

Mari Kita Coba!

Hari pertama, kecemasan untuk terbiasa membuka smartphone masih muncul. Namun, kebiasaan untuk mengakses TikTok gue ganti dengan mencari konten di YouTube dan Netflix. Frekuensi membuka HP masih sangat tinggi, padahal cuma melihat home screen aja. Masih shock atas kehilangan akses ini.

“Apakah tetap dihitung puasa kalau akses YouTube?” mungkin akan menjadi pertanyaan Ultimafriends. Menurut gue, enggak. YouTube memang menawarkan pertemuan forum secara luas seperti media sosial lainnya. Namun, gue menjadikan YouTube sebagai platform yang sama seperti Netflix, untuk suguhan tayangan. YouTube enggak memberikan tendensi melihat akun dari relasi terdekat atau followers gue. Oleh karena itu, YouTube menjadi pengecualian. Tentang Netflix, ya Ultimafriends bisa ibaratkan kayak momen rehat ke bioskop.

Hari-hari berikutnya, kebiasaan untuk memeriksa HP semakin berkurang. Terkadang hanya didorong karena kebutuhan kerja saja di WhatsApp dan LINE. Namun, durasi gue bermain PUBG Mobile justru meningkat. Biasanya gue bisa menghabiskan sejam scrolling TikTok. Beralih ke PUBG Mobile untuk rehat sebentar.

Satu hal baru yang gue temukan adalah, gue jadi punya niat membaca buku. Gue sempat membaca satu bab dari buku saat biasanya gue lagi berpindah aplikasi dari Twitter ke Instagram ke Twitter lagi dan ke TikTok. Gue yang biasanya rajin nge-tweet jadi makin berpikir lagi untuk membagikan cerita gue. Lucunya, tidak ada rasa kangen untuk kembali. Gue merasa tidak terpanggil banget untuk cepat-cepat mengunggah lagi semua aplikasi itu. Kalau biasanya Twitter menjadi tempat berkeluh kesah, sekarang gue membuat jurnal. 

Jurnal menjadi wadah yang lebih enak karena saat menuliskannya seakan-akan ngobrol sama diri sendiri. Hal ini yang enggak didapatkan kalau menyebar kisah privat ke media sosial, kisah lo akan dengan mudah dilihat orang. Karena ngobrol sama diri sendiri, keluh kesah itu terasa lebih mudah mengalir. Enggak ada lagi yang terbelenggu pertanyaan. Dorongan untuk ingin selalu dilihat juga berkurang gara-gara puasa ini.

The Downside and The Uphill

Gue enggak bisa tutup mata di masa digital kayak sekarang ini kebutuhan referensi, riset, dan ide ada di media sosial. Melinda juga mengakui hal tersebut. Terlebih, pekerjaannya menuntut dia untuk mencari informasi melalui media sosial. Oleh karena itu, sebelum mencoba melakukan puasa ini pastikan media sosial tidak dalam posisi krusial. Siapa tahu lo beralasan enggak ikutan Paid Promote kepanitiaan lo dengan alasan “puasa media sosial”. Pastikan dahulu kalau lo lagi enggak terikat dengan media sosial.

Dari eksperimen gue jalani, keputusan untuk puasa medsos itu bagus. Berdasarkan pengalaman pribadi, cukup menurunkan rasa anxiety dengan enggak harus tahu semuanya. Pertemuan langsung juga terasa semakin berharga karena pada nyatanya kita tidak bisa 24/7 attach dengan seseorang terus. Perlu ada waktu sendiri untuk treat yourself better, seperti solo player in PUBG Mobile, membaca buku, atau menulis jurnal.

In the end, puasa ini tidak menjamin kebahagian Ultimafriends menjadi 100 kali lipat. Namun, dari puasa apapun itu selalu ada pesan kontrol diri yang dibawa, untuk bisa lebih tahu lagi kondisi diri lo sendiri, Ultimafriend.

Editor: Elizabeth Chiquita Tuedestin P.

107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST