“Uang Muka”, Selingan di Tengah “Membangun dan Menghancurkan” oleh .Feast

Written by on September 11, 2020

Ultimafriends, kamu yang menggemari .Feast saat ini mungkin terkejut dengan kehadiran mini album Uang Muka pada 11 September 2020. Pasalnya, .Feast saat ini sedang menggarap album ketiganya yang bertajuk Membangun dan Menghancurkan. Mereka bahkan telah melepas empat singel dari album tersebut secara berkala sejak Juni 2019. Namun, Uang Muka justru hadir bak selingan di tengah album ketiga ini.

Uang Muka memang sengaja dihadirkan guna menambah pengalaman bermusik para personel .Feast. Menurut sang frontman Baskara Putra, album Membangun dan Menghancurkan membutuhkan pengalaman dan kedalaman bermusik yang lebih dibanding yang mereka miliki. Sementara itu, ia mengaku merasakan tekanan dari diri sendiri untuk menuntaskan album ketiga sebaik mungkin.

Oleh sebab itu, guna memperdalam kemampuan bermusik, Baskara dan kawan-kawannya meluncurkan mini album Uang Muka. Berbeda dari album-album lainnya, masing-masing singel dalam Uang Muka ternyata diciptakan oleh kelima anggota .Feast dengan kawalan produser Wisnu Ikhsantama. Uang Muka mengangkat tema besar “uang” serta cara orang-orang menyikapi hal tersebut di tengah situasi dan konteks yang berbeda. Dalam mini album ini, .Feast mencoba menampilkan dunia yang bersifat komersil dari sudut pandang masing-masing personel.

.Feast dalam konferensi pers virtual perilisan Uang Muka pada Kamis (10/09). (Foto: Creathink Publicist)

Baskara menyumbang lagu Dapur Keluarga. Melalui lagu yang diiringi musik rock lawas tersebut, Baskara berandai-andai sejauh mana dirinya akan mencari uang, meski harus melanggar etika dan norma, jika itu digunakan demi kelangsungan hidup keluarga. Adnan menyuguhkan Komodifikasi. Lagu ini berbicara soal konflik media sosial yang berujung pada uang. Media sosial kerap menjadi ruang berbicara bagi “pencipta konflik” hingga memperoleh cercaan dari warganet. Meski demikian, ketika sang pembicara melakukan klarifikasi, dirinya justru menjadi populer dan mendapat banyak endorse.

Cicilan 12 Bulan karya Awan menjadi representasi kepusingan dirinya yang tidak mampu melawan hasrat untuk senantiasa bersikap konsumtif. Akibatnya, ia menghalalkan segala cara dan menambah sumber penghasilan guna memenuhi gaya hidupnya. Sementara itu, Belalang Sembah menjadi lagu pertama .Feast yang membahas hal berbau percintaan. Dalam lagu ini, Dicky berhasil meletakkan cinta di tengah konteks ekonomi dan perbedaan status sosial dalam sebuah hubungan.

Sementara itu, Bodat menunjukkan dirinya sebagai penggemar musik deathcore melalui lagu karyanya, Kembali ke Posisi Masing-Masing. Lagu ini menggambarkan kegelisahan Bodat yang ingin tidur nyenyak tanpa memikirkan hal lain, tetapi muncul rasa takut karena tidak mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga yang semakin hari semakin mahal. Selain lima lagu tersebut, Ultimafriends, mini album Uang Muka juga dibuka dengan Kata Pengantar yang berisi monolog spontan oleh Jason Ranti. Album ini kemudian ditutup dengan Apa Boleh Buat, penggalan lirik lagu yang dinyanyikan Bodat, tanpa kata-kata berhuruf “R”.

Meski belum bisa menyelesaikan album ketiganya, .Feast telah berhasil memberi suguhan baru yang segar melalui mini album Uang Muka. Dari sini, kelima personel .Feast telah lebih leluasa berkreasi dan mengekspresikan diri sambil mengasah kemampuan bermusik. So, let’s just wait for the third album while listening to Uang Muka, Ultimafriends!

Editor: Aurelia Gracia

[There are no radio stations in the database]