Suara Kepada Semua Korban

Written by on July 20, 2021

Introduction : Siapa saja yang bisa jadi korban?

Apa yang terlintas di otak lo saat denger berita tentang kekerasan seksual? Klisenya yang ada di benak orang itu perempuan yang takut dan lelaki yang dominan. Tapi lo sadar enggak sih kekerasan seksual itu bisa terjadi ke siapa aja? Nenek-nenek, kakek-kakek, anak kecil, om-om, tante-tante, bapak-bapak, dan bahkan binatang. Banyak orang yang berpikir kalau pakaian menjadi faktor utama kekerasan seksual. Eits, jangan salah, buktinya banyak orang bercadar, berkerudung, dan bahkan yang bergender laki-laki juga bisa mengalami pengalaman traumatis tersebut.

Semua kembali kepada hati nurani pelaku, siapa pun bisa jadi target, hanya butuh momentumnya untuk mengeluarkan sisi jahatnya itu. Pelaku kekerasan seksual pun dapat berupa seorang yang sebelumnya mengalami kekerasan seksual terlebih dahulu, dan melampiaskan traumanya kepada orang lain. Di artikel kali ini akan membahas lebih menjurus mengenai kekerasan seksual pada laki-laki yang jarang orang anggap serius.

Problema : Memberikan suara korban pria

Tidak semua korban itu perempuan loh, Ultimafriends. (Sumber foto: Unsplash)

Masyarakat Indonesia sudah lama hidup berdampingan dengan pandangan bahwa kekerasan dan pelecehan seksual hanya dialami oleh perempuan dengan pelakunya laki-laki. Padahal, banyak kasus kekerasan dan pelecehan seksual dengan laki-laki sebagai korbannya yang tidak disorot dan tidak menjadi perhatian masyarakat. Laki-laki yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual mengalami trauma yang sama besarnya dengan korban perempuan.

Hal ini dialami oleh pemilik akun Twitter, @bukaniqbaalee, yang membagikan pengalamannya mengalami pelecehan seksual di salah satu hotel kapsul. Ia menceritakan kronologi kejadian pelecehan tersebut hingga tindak lanjut dari peristiwa yang menimpanya. Dalam utas tersebut, pemilik akun @bukaniqbaalee mengaku bahwa peristiwa pelecehan tersebut terjadi ketika dirinya sedang mandi di toilet hotel yang memiliki sistem shared bathroom

Ia mengaku bahwa ia direkam oleh seorang pria dari toilet sebelah. Menyadari bahwa hal tersebut adalah pelecehan seksual, ia melaporkan hal tersebut kepada manajemen hotel dan pihak berwajib, serta meminta bantuan dari beberapa lembaga bantuan hukum, seperti LBH Jakarta, LBH APIK Jakarta, dan Samahita. 

Peristiwa yang menimpa pemilik akun @bukaniqbaalee bukan lagi menjadi hal yang tabu, terlebih di masyarakat modern sekarang ini. Meski tanpa kita sadari Ultimafriends, kasus seperti ini telah banyak terjadi di sekitar kita. Adanya stigma sosial yang menganggap laki-laki lebih unggul secara fisik, psikis, dan sosial membuat laki-laki korban pelecehan seksual enggan untuk speak up karena merasa malu sehingga kejadian seperti ini tidak dilaporkan.

Selain stigma sosial yang mempengaruhi kondisi psikologi korban, masyarakat juga kerap memandang sebelah mata pelecehan seksual yang dialami oleh laki-laki. Sebagian masyarakat memandang bahwa laki-laki lah yang menjadi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual dengan targetnya perempuan. Sebagian orang masih menganggap tabu penyimpangan seksual sesama jenis sehingga tidak memercayai apabila laki-laki menjadi korban pelecehan seksual.

Fenomena bungkamnya kasus pelecehan seksual dengan korban laki-laki diperkuat dengan konsep moralitas masyarakat. Norma-norma yang berlaku di masyarakat membuat korban pelecehan seksual akan dipandang menjadi aib atas kejadian yang dialaminya. Selain itu, bukannya mendapat dukungan nih Ultimafriends, tak jarang korban pelecehan seksual justru disalahkan atas kejadian yang menimpanya. Oleh karena itu, banyak korban yang memilih untuk bungkam terhadap kejadian yang tidak pernah diharapkan itu. 

Potensi solusi : Apa yang bisa lo lakukan?

Oke setelah panjang lebar membahas kasus di atas, mungkin tindakan preventif ini terdengar konyol karena bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Namun, lo bisa mulai dari diri sendiri untuk selalu menanyakan ketersediaan dan jangan pernah memaksa consent seseorang. Setiap orang punya batasnya masing-masing yang tidak ingin mereka lewati.

Kedua, belajar peka terhadap kondisi teman atau anggota keluarga, buat diri lo menjadi safe place bagi mereka untuk berani bercerita akan pengalamannya. Jangan pernah anggap remeh suatu kekerasan, karena satu kejadian pasti akan bersambung ke kejadian selanjutnya. Mungkin hari ini dia “hanya mencubit” lagipula “tidak sakit” kok. Tidak ada yang menjamin akan berhenti di situ, Ultimafriends.

Normalnya manusia dilahirkan memiliki hati nurani yang dapat merasakan simpati. Seorang manusia yang terikat emosi dan hasrat seksual berlebihan dapat melakukan banyak hal yang menakutkan. Selalu berhati-hati, seperti ketika pergi di malam hari, tidak ada salahnya minta ditemani orang yang lo percaya dan melihat kondisi sekitar dengan lebih cermat. Stay safe for everybody!

Penulis: Alvin Rivaldo dan Gina Aldila
Editor: Elizabeth Chiquita Tuedestin P.

 


107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST