SEBERAPA PEDAS MAKANANMU TENTUKAN KEPRIBADIANMU

Written by on April 12, 2018

Ultimafriends, tahukah kamu bahwa di dunia yang berisi 7,6 miliar kepala ini ternyata terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama berisi orang-orang yang suka makan pedas dan kelompok kedua berisi mereka-mereka yang suka kepedesan. Kalo kamu masuk kelompok yang mana, nih, Ultimafriends?

Bagi kebanyakan orang Indonesia, makanan pedas bukanlah sesuatu yang menakutkan. Hal ini terlihat dari banyaknya ragam makanan Indonesia yang mengandung rempah-rempah kaya rasa, termasuk rasa pedas. Sebut aja rendang, telur balado, sambal matah, sambal dabu-dabu, sambal bajak, sambal bawang, dan puluhan sambal lainnya. Gak heran kalo orang Indonesia sering kali tidak bisa menyesuaikan lidahnya dengan makanan-makanan asli luar negeri. Bawaannya pengen makan spaghetti ditambah sambel terasi.

Namun, nggak sedikit juga nih, yang menganggap makan makanan pedas tanpa minum air putih adalah hal yang luar biasa. Ternyata gak semua orang Indonesia mampu makan pedas Ultimafriends. Selain berbeda selera, setiap orang pastinya juga punya kepribadian yang unik dan beragam. Meski beragam, kepribadian kamu ternyata dapat tercermin dari seberapa tahan kamu makan makanan pedas. Yuk disimak baik-baik, siapa tahu, setelah membaca artikel ini, kamu bisa menemukan jati diri yang sebenarnya~

Suka Makan Pedas

Jika kamu suka makan pedas, kamu punya tendensi untuk mencari sensasi. Mencari sensasi di sini dalam arti yang positif ya, Ultimafriends! Bukan mencari sensasi dengan membuat skandal ya Ultimafriends, tetapi dengan sikap sang pecinta pedas yang lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan tidak takut mengambil risiko. Biasanya, penggemar makanan pedas tidak takut dengan tantangan dan segala hal yang ekstrem. Seperti, main ke rumah hantu, naik roller coaster, atau pergi ke rumah calon mertua tanpa bawa martabak.

Kenapa bisa demikian? Kandungan capsaicin pada cabai menyebabkan rasa sakit ringan bila dimakan. Ketika mengonsumsi cabai atau makanan pedas, zat ini akan memancing suatu reseptor pada lidah yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak bahwa kamu sedang merasa tersiksa, sehingga otak melepaskan hormon endorfin atau hormon bahagia dan akan terus dilepas hingga kamu stop memakan makanan pedas. Inilah yang menjadi penyebab para pecinta pedas menyukai tantangan. Rasa tersiksa yang ditimbulkan pedas malah diubah menjadi sebuah kebahagiaan. Begitu pula dengan sensasi yang dirasakan dari hal-hal ekstrem, malah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para pecinta pedas.

Suka Kepedesan

Berbeda dengan yang suka pedas, orang yang lebih hobi kepedesan cenderung hati-hati dan teliti dalam mengambil suatu tantangan. Mereka yang hobinya kepedesan biasanya tidak suka kepada hal-hal yang dadakan dan tanpa perencanaan. Oleh karena itu, reseptor lidah orang yang suka makan pedas dan yang suka kepedasan berbeda. Ketika hormon endorfin pada orang yang suka makan makanan pedas berhasil dikirimkan oleh otak dan menimbulkan rasa bahagia, kandungan capsaicin dalam cabai bagi mereka yang suka kepedesan nampaknya malah menimbulkan rasa tersiksa.

Nah, Ultimafriends, walaupun dapat dibuktikan secara sederhana, jangan selalu jadikan mampu atau tidaknya orang mengonsumsi cabai sebagai sebuah bentuk spekulasi untuk menilai kepribadian seseorang ya!

Kepribadian seseorang tetap tidak dapat dinilai keseluruhan dari suka atau nggaknya dia sama makanan pedas. Karena semua orang pada dasarnya  berbeda, kekurangan, kelebihan, dan personalitynya hanya bisa kita ketahui ketika kita sudah benar-benar mengenal orang tersebut.

Jadi, kalau ngeliat orang nggak suka makan cabai, jangan langsung dimusuhin, ya!

 

Editor: Vania Evan

107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST