RESTAURANT OF THE MONTH: SEMANGKOK KWETIAU DI TENGAH KERAMAIAN KOTA JAKARTA

Written by on April 26, 2021

Ultimafriends, kini reporter ingin berbagi lewat tulisan tentang ramainya suasana daerah Mangga Besar, Jakarta, yang tidak pernah tidur. Namun, keriuhan itu seolah teredam ketika semangkok kwetiau dengan asap mengepul  tiba di atas meja.

Kwetiau Sapi Mangga Besar 78 dapat dikatakan sebagai ‘sesepuh’ di dunia per-kwetiau-an. Pasalnya, tempat makan yang satu ini telah ada sejak tahun 1973 dan masih eksis hingga sekarang. Bahkan, Kwetiaw Sapi Mangga Besar 78 sukses membuka beberapa cabang. Beberapa diantaranya terletak di daerah Greenville dan Kelapa Gading, Jakarta. 

Berdiri sejak 1973, tetapi namanya diakhir dengan angka 78?

Jadi gini Ultimfariends, pusat Kwetiau Sapi Mangga Besar ini terletak di kawasan Mangga Besar, Jakarta, tepatnya di nomor 78, yang akhirnya menjadi inspirasi nama tempat makan ini. 

Suasana Kwetiaw Sapi Manga Besar 78 (Sumber: Manual.co.id)

Di Mangga Besar, tempatnya yang semi outdoor memungkinkan kamu menikmati semangkuk kwetiau yang masih mengepul, bersama lampu-lampu dan suara kendaraan yang berlalu lalang di malam hari. Sangat khas daerah sibuk kota Jakarta.  Sementara itu, di pagi harinya, sinar matahari yang mengintip serta angin sepoi-sepoi akan menemanimu.

Seperti namanya, menu andalan Kwetiau Sapi Mangga Besar 78 adalah kwetiau yang diolah menjadi berbagai menu. Mulai dari kwetiau goreng siram telur, kwetiau goreng, kwetiau siram, kwetiau bun, kwetiau kuah, hingga kwetiau yam yang dapat kamu pesan di sana. 

 

Close Up Tekstur Kwetiaw Sapi yang Kenyal (Sumber: Helen)

Reporter sendiri sempat mencicipi kwetiau bun, kwetiau kuah, dan kwetiau goreng saat mengunjungi tempat maka ini di daerah Mangga Besar. Salah satu menu favorit tim reporter adalah kwetiau goreng sapi, yang harumnya langsung memenuhi indera penciuman. Terlebih lagi, ketika kwetiau masih ‘fresh from kuali’ ini diantarkan ke meja tim reporter. Hmmm….

Tekstur kwetiau yang kenyal dan kaldu yang terasa gurih sangat cocok di lidah reporter. Apalagi ketika disantap dengan kenyalnya bakso goreng, rasa khas telur, serta daging sapi lembut yang menjadi ciri khas Kwetiau Sapi Mangga Besar 78. Rasa panas di lidah ketika menikmati kwetiau yang masih berasap juga cocok disandingkan dengan dinginnya segelas es teh manis. Atau mungkin, tawar bagi kamu yang sudah merasa manis, eh.

Kwetiau kuah pun tidak kalah rasanya dengan kwetiau goreng. Rasa kuah yang light, taburan sedikit bawang putih, rebusan daging sapi, serta kwetiau yang lembut cocok disantap ketika cuaca dingin. Terutama ketika hujan. Kamu juga dapat mengkombinasikan kwetiau yang satu ini dengan bakso gepeng yang terasa lembut. Selain itu, masih ada pula berbagai menu yang ditawarkan mulai dari olahan mi maupun bihun.

Menu Bakmi Goreng yang Turut Ditawarkan Kwetiaw Sapi Manga Besar 78 (Sumber: Helen)

Well, mencari kwetiau sapi yang ‘halal’ sebenarnya gampang-gampang-susah, Ultimafriends! Hal itu dikarenakan banyak digunakannya minyak non-halal yang digunakan untuk mencegah kwetiau menjadi lengket. Namun, seiring dengan perkembangan pangan, kini sudah ada minyak kacang tanah dan minyak sayur yang dapat digunakan untuk mencegah lengketnya kwetiau, walaupun harganya lebih mahal. 

Salah satu poin plus dari kwetiau sapi yang ditawarkan adalah kwetiau yang bebas pengawet. Salah satu pegawai Kwetiau Sapi Mangga Besar 78 mengakui kalau setiap hari kwetiau akan diolah dari beras, diberikan bumbu, kemudian dijemur hingga kering sehingga ‘segar’ setiap harinya. 

Harga satu porsi kwetiau sapi ini cukup menguras kocek mahasiswa. Dilansir dari salah satu aplikasi jasa pengantar makanan daring, harga satu porsi kwetiau goreng sapi adalah Rp65.000, sama dengan harga satu porsi kwetiau kuah. Porsinya memang banyak, tetapi agaknya akan terasa kurang apabila disantap oleh dua orang. 

Walaupun begitu, dengan banyaknya daging sapi yang diberikan, kwetiau handmade setiap harinya, lokasi yang strategis, serta rasa kaldu yang khas sangat bisa menjadi dorongan untuk mencicipi kwetiau legendaris ini, bukan?

 

Editor: Elizabeth Chiquita Tuedestin P.


107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST