KETAHUI PERATURAN TERBARU INI AGAR BAZAR KAMU TIDAK DITUTUP

Written by on August 15, 2019

Dapat mengadakan sebuah acara yang bombastis hingga dilirik dan dihadiri oleh banyak orang merupakan impian setiap organisasi, tidak terkecuali organisasi kampus yang ada di UMN. Berbagai persiapan dilakukan semaksimal mungkin dari menyusun konsep acara, mencari guest star, menentukan venue, menyebarkan undangan, tidak lupa juga mencari dana sebanyak mungkin untuk menopang kebutuhan finansial acara tersebut. Bagai memikul 100 karung beras, seberat itu pula rasanya bagi kebanyakan orang saat harus mencari dana yang banyak untuk memenuhi kebutuhan acaranya.  Membuka bazaar di UMN menjadi salah satu pintu pemasukan yang cukup menjanjikan dan kerap dipilih oleh organisator untuk memenuhi kebutuhan finansialnya.

Dengan modal yang minimum, membuka bazar menjadi cara mencari dana yang paling disukai dengan tingkat keuntungan yang tinggi. Untuk Ultimafriends yang merupakan mahasiswa baru dan belum mengerti sistemnya, kamu dapat menggunakan fasilitas di kampus tanpa perlu membayar biaya apa pun. Fasilitas yang diberikan kampus ini digunakan untuk mencari keuntungan dengan menawarkan tenant yang tertarik untuk berjualan di UMN. Lumayan kan untuk menambah pemasukan? Lumayan banget dong! Eits, sebelum kamu booking lokasi bazar, baca dulu yuk peraturan di bawah ini supaya bazar kamu berlangsung dengan lancar dan ramai saat pelaksanaannya!

 

Peraturan

Dengan banyaknya organisator yang memanfaatkan kesempatan emas ini, nggak sedikit kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa harus ditegur dan dihentikan oleh pihak pengelola Gedung UMN. Untuk menghindari pelanggaran yang dilakukan mahasiswa, pihak kampus membuat sebuah regulasi yang disepakati dan mulai berlaku pada 26 September 2018. Peraturan ini membatasi jenis kegiatan, produk, dan fasilitas yang dapat digunakan oleh penyelenggara maupun tenant yang menyewa tempat di bazaar UMN. Setelah berlaku selama hampir 6 bulan, tepatnya pada 4 April, ditandatanganilah peraturan terbaru yang mulai berlaku sejak semester ganjil 2019/2020.

Peraturan baru ini disosialisasikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Keluarga Besar Mahasiswa (DKBM) pada Selasa, 13 Agustus lewat konferensi pers di Collabo Hub UMN. Beberapa poin yang menjadi sorotan dari peraturan baru ini adalah regulasi harga, batasan produk dan jasa yang boleh dijual, serta sound system. Dikutip dari press release, BEM menyebutkan bahwa pembaharuan regulasi bazar merupakan tindak lanjut dari banyaknya pertanyaan dan keluhan yang timbul setiap pelaksanaan bazar.

Tarif

Tarif tenant bazar dibatasi paling murah Rp150.000,00 dan paling mahal Rp250.000,00 per harinya agar perbedaannya tidak terlalu mencolok dan dapat diminati oleh calon tenant. Ketua BEM, Matthew Everaldo, sempat menyebut kalau dulu harga sewa untuk tenant pernah mencapai harga Rp450.000 per hari. Hal tersebut menyulitkan organisator dalam mencari tenant untuk mengisi slot bazarnya.

Tempat pelaksanaan

Dalam peraturan baru yang dapat ditemukan dalam tinyurl.com/newumnsop folder kesembilan, zona yang diperbolehkan untuk melakukan kegiatan bazar terbatas pada zona A, zona B, zona Lecture Theater dan zona PK Ojong dengan ketentuan dalam 1 minggu hanya diperbolehkan ada dua kegiatan bazar. Selain itu, bazar yang dilaksanakan di zona Lecture Theatre dan zona PK Ojong tidak boleh menggunakan sound system karena dikhawatirkan dapat memengaruhi kegiatan perkuliahan.

Denah penyelenggaraan bazar di UMN (Foto: tinyurl.com/newumnsop)

Jenis barang atau jasa yang dijual

Poin ini menjadi salah satu yang paling sering dipertimbangkan organisator ketika mencari tenant dan nyatanya masih ada beberapa tenant yang pernah ditegur saat berjualan karena tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Jenis barang yang boleh dijual adalah makanan siap saji (tidak diolah di bazar, tetapi boleh menggunakan penghangat maupun pendingin dengan koordinasi terlebih dahulu), pakaian yang layak dipakai di kampus, alat elektronik yang relevan dengan mahasiswa, juga kategori lainnya yang belum tercantum dengan persetujuan DKBM UMN, BEM UMN, kemahasiswaan dan building management UMN.

 

Nah itulah Ultimafriends, peraturan yang dibahas lebih rinci pada konferensi pers Selasa, 13 Agustus lalu. Untuk kamu organisator yang bertanggung jawab atas bazar, masih ada poin yang harus diperhatikan, yaitu pelampiran denah bazar (jangan sampai menghalangi jalan umum ya, Ultimafriends) dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak tenant yang menyewa. Kalau Ultimafriends mau membaca informasi yang lebih lengkap, bisa kunjungi tinyurl.com/newumnsop pada folder 9. REGULASI DAN PEMINJAMAN LOKASI BAZAAR. Semoga setelah membaca artikel ini, organisasimu bisa membuka bazar dengan aman, Ultimafriends!

Foto: Badan Eksekutif Mahasiswa UMN
Editor: Aurelia Gracia

Continue reading

Previous post

FRIDAY


107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST