PENENTUAN MOST VALUABLE PLAYER IBL YANG KONTROVERSIAL

Written by on March 11, 2018

Indonesian Basketball League (IBL) sebagai salah satu liga basket terbesar di Indonesia akhirnya akan memasuki masa-masa playoffs. Beberapa hari yang lalu, IBL telah merilis jadwal pertandingan playoffs yang akan mempertemukan 4 tim untuk merebutkan tiket menuju semifinals.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IBL kembali memberikan penghargaan kepada beberapa pemain dan juga pelatih yang cukup mendominasi dalam liga ini. Penghargaan tersebut akan diberikan secara bertahap dalam beberapa pertandingan playoffs yang digelar.

Untuk tahun ini sendiri, akan ada 7 nominasi yang diperebutkan oleh 19 pemain dan 3 pelatih. Nominasi tersebut akan terbagi dalam Sixthman of the Year, Most Improved Player, Rookie of the Year, Defensive Player of the Year, Best Foreign Player, Coach of The Year, dan Most Valuable Player.

Pelita Jaya sebagai tim yang mendominasi IBL tahun ini tampil sebagai tim yang menyumbangkan nama terbanyak sebagai nominasi dalam beberapa kategori IBL awards. Total ada 5 pemain dan 1 pelatih dari Pelita Jaya yang masuk menjadi nominasi tersebut.

Menariknya, dalam kategori Most Valuable Player (MVP), nama Xaverius Prawiro dan juga Respati Ragil tampil sebagai kandidat. Kedua pemain tersebut berasal dari tim yang sama, yaitu Pelita Jaya. Hal tersebut cukup menunjukkan dominasi dari tim yang bermarkas di Jakarta ini.

Cukup banyak pro dan kontra dari nama-nama yang muncul dalam nominasi, khususnya untuk kategori MVP karena pemain yang muncul dalam kategori tersebut dapat dikatakan sebagai pemain yang sangat mendominasi di liga.

Respati Ragil yang sempat cedera pada awal musim dapat menunjukkan kemampuannya dengan menjadi pencetak 3 angka terbaik di liga. Ragil berhasil menjadi satu-satunya pemain lokal yang berhasil menduduki puncak statistik tersebut dengan persentase keberhasilan 3 angka sebesar 40%. Namanya berhasil mengalahkan 2 pemain asing lainnya yaitu Jamarr Johnson dari Satria Muda, dan juga Madarious Gibbs dari Satya Wacana.

Salah satu pengamat dan juga fotografer basket, Rocky Padila, turut berkomentar dalam pemilihan nominasi MVP tersebut. Dalam video Youtube yang diunggah ke akun pribadinya, dirinya sedikit mempertanyakan alasan IBL memilih salah satu pemain terbaik Indonesia, Arki Wisnu ke dalam nominasi tersebut.

“Kemarin gue agak terkejut saat melihat ini, karena Arki setau gue cuma main 8 game. Gue gak tau kenapa IBL memilih Arki sebagai salah satu nominasi MVP. Memang Arki kalau main 17 game full memang pasti dia jadi salah satu nominasi untuk MVP. Gue yakin banget,” ujar Rocky.“Dia (Arki) juga salah satu pemain terbaik di IBL saat ini. Tapi karena Arki cuma 8 game, gue agak bingung kenapa IBL milih dia,” lanjut Rocky dalam video berdurasi 15 menit tersebut.

Dalam penentuan IBL Awards ini, direktur IBL, Hasan Gozali menjelaskan bahwa sebenarnya para jurnalis lebih memiliki kekuatan dalam penentuan nama-nama tersebut.

Dilansir dari situs berita olahraga Bola.com, dirinya mengatakan bahwa pemilihan penghargaan para pemain ini bakal akan menggunakan sistem voting. Jadi, 70 persen suara akan berasal dari para jurnalis dan IBL hanya bisa memberikan 30 persen.

Nah, buat Ultimafriends yang ‘ngaku pecinta olahraga bola basket, yuk dukung segala keputusan yang telah dikeluarkan liga.

Jangan lupa juga ya, berikan kritik maupun saran yang membangun atas kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan demi memajukan cabang olahraga ini.

Foto: Michael Josua
Editor: Vania Evan
Tagged as

107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST