Other Sides of 5 Animated Sidekick Characters You May Not Know About

Written by on November 21, 2019

Ultimafriends, walaupun kamu memasuki usia dewasa, nggak dapat dipungkiri bahwa kartun sempat menjadi bagian besar dalam hidupmu. Siapa sih yang nggak pernah mengidolakan karakter kartun favoritnya?

Nah, tapi, setelah tim reporter teliti, lebih banyak orang yang mengidolakan tokoh utama protagonis dibandingkan tokoh pembantu—apalagi si tokoh antagonis. Tak hanya itu, bahkan banyak orang membenci suatu karakter tambahan karena dianggap menghalangi atau mengganggu si pemeran utama setiap melakukan suatu hal.

Contohnya, banyak yang nggak suka sama karakter Candace dari serial kartun Disney Phineas and Ferb karena dianggap sering ingin menggagalkan rencana ‘cemerlang’ si kakak beradik cerdas itu. Padahal, kalau kita melakukan sebuah character study, ada alasan di balik obsesi Candace yang selalu ingin mengadukan aksi kedua adiknya kepada ibunya, yaitu dirinya yang mengidap Generalized Anxiety Disorder sehingga menyebabkan Candace selalu panik dan curiga terhadap kedua adiknya. Hal ini selalu terjadi di setiap episode sehingga memperkental pengecapan  Candice sebagai karakter yang annoying. Padahal, mungkin ada 1001 alasan di balik tindakan sebuah karakter; whether they are the main ones or simply just there to make the story’s plot line more interesting.

Well, Ultimafriends, tim reporter udah merangkum beberapa karakter (definitely not the main ones) yang ternyata punya sisi lain dalam dirinya yang memberi kesan dirinya kurang disukai para penonton. Here they are~

 

Squidward Q. Tentacles (Spongebob Squarepants)

Siapa yang nggak kenal sama gurita—yes, walaupun arti dari Squid adalah cumi-cumi, he’s an octopus, alright—satu ini? With his tendencies to act curt and sarcastic towards Spongebob and Patrick, Squidward is definitely not on the top of Spongebob’s fans’ favorite character list. Banyak yang menganggap Squidward itu terlalu ‘kaku’, sinis, dan kejam.

Ultimafriends, did you ever thought that there might be a reason for all his actions? Well, Netflix certainly did. Netflix akan membuat tayangan side-off dari Spongebob yang akan terfokuskan pada kisah hidup Squidward.

Lho, memangnya Squidward kenapa?

Bagi orang awam, mungkin perilaku Squidward akan berada dalam konotasi negatif. Sementara, bagi seseorang yang mengalami depresi, karakter ini dapat menjadi sebuah wake-up call bagi mereka. Banyak perilaku dan ucapan Squidward yang menunjukkan bahwa dia mungkin saja mengalami depresi.

Contohnya, Squidward kerap merasa nggak puas dengan rutinitas hidup yang dijalani; bangun tidur, pergi ke Krusty Krab, melayani pelanggan di restoran milik Mr. Krab, lalu pulang. Belum lagi ia harus berinteraksi dengan pelanggan Krusty Krab dan menghadapi berbagai drama yang terjadi disana. And with Spongebob Squarepants around, best believe; there are a lot of them.

Mungkin itu menjadi salah satu alasan mengapa Squidward sering tidak menggubris Spongebob, Mr. Krab, atau Patrick. Selain itu, ia juga sering dibanding-bandingkan dengan sepupunya, Squilliam. Bahkan, ada satu scene di mana Squidward sedang menatapi sebuah kuburan dengan batu nisan yang bertuliskan ‘Here Lies Squidward’s Hopes and Dreams’.

Deep banget, ya, Ultimafriends.

Oscar the Grouch (Sesame Street)

Siapa sih yang nggak punya karakter andalan dari deretan karakter Muppet? Mulai dari The Muppet Show sampai Sesame Street. Setelah diteliti, banyak karakter yang ternyata menunjukkan beberapa symptoms dari mental illness dan personality disorder lho, Ultimafriends.

Salah satunya adalah Oscar The Grouch. Furry yang berwarna hijau ini tinggal di dalam tempat sampah. Tempat sampah itu menjadi sebuah cangkang pelindung dari sifatnya yang cukup antisocial, di mana ketika ia merasa tidak ingin untuk berinteraksi dengan karakter yang lain, ia tinggal kembali ke ‘rumahnya’. Perhaps the makers of this character would want to point out that antisocial people belong in the trash? Who knows.

Oscar The Grouch sendiri sering menunjukkan beberapa gejala dari seseorang yang memiliki Antisocial Personality Disorder. Contohnya, ia sering tidak memedulikan karakter yang lain, sering bersifat agresif, mudah kesal, dan tidak memedulikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Tak hanya itu, Oscar The Grouch juga kurang memiliki empati terhadap karakter lain.

Namun, like most people, Oscar The Grouch memiliki soft spot untuk Slimy. Jadi, bukan berarti seseorang yang mungkin susah berbaur dengan orang lain adalah orang yang jahat dan menyebalkan, ya, Ultimafriends!

Helga Pataki (Hey Arnold!)

Kalau karakter yang satu ini lebih sering dianggap sebagai antagonis di Hey Arnold! Nah, banyak yang nggak suka sama karakter Helga karena dianggap terlalu rebel, kasar, bahkan seorang pem­-bully.

But, Ultimafriends, did you know that she had, like, the biggest crush on Arnold? Mungkin cara menunjukkannya salah, tapi, ternyata nggak hanya itu lho yang mungkin menyebabkan Helga berperilaku seperti itu, terutama di depan Arnold.

In case you didn’t know, Helga itu berada dalam keluarga yang kurang fungsional. Ibunya adalah seorang pemabuk, depresi, dan pelupa. Ayahnya sendiri pun nggak pernah menghargai keberadaannya dan sering memarahi Helga. Tak hanya itu, ayahnya juga sering membandingkan Helga dengan kakaknya, Olga, yang merupakan seorang straight-A student.

Hmm, Ultimafriends, siapa sih yang nggak mumet dengan keadaan rumah yang alih-alih menjadi safe space, malah menjadi sebuah penjara kesengsaraan untuk kita?

Eeyore (Winnie The Pooh)

Eeyore adalah karakter keledai dalam Winnie The Pooh. Karakter yang memiliki ekor yang sering copot ini umumnya ditandai sebagai pesimis, suram, tertekan, dan teman baik karakter utama Winnie The Pooh.

Walau ia sangat benci ekornya yang mudah putus, teman-temannya selalu mengatakan bahwa nggak akan ada yang bisa menggantikan keunikan dari ekor Eeyore itu. Eeyore sendiri sangat menunjukkan gejala depresi akut, mulai dari kesukaannya terhadap cerita-cerita yang menyedihkan, rasa tidak percaya diri yang mendalam, dan dia kerap pasrah terhadap situasi yang menimpanya.

Namun, walaupun Eeyore sering kali merasa sedih dan hanya berdiam diri ketika sedang berkumpul bersama Winnie The Pooh dan teman-temannya, mereka selalu mengajak Eeyore untuk bersenang-senang dan memberikan kata-kata penyemangat untuknya. Honestly, if we all had supportive friends like Eeyore’s squad, life would be much, much, much more bearable.

Tina Belcher (Bob’s Burgers)

Fix. Tina Belcher adalah salah satu karakter iconic dari seri Bob’s Burgers. Filled with wild imaginations (Two-zombies-making-out kind of wild), Tina adalah seorang remaja yang sangat, sangat menyukai pria. Bahkan, ia pernah menyukai 25 anggota tim basket sekaligus. Whoa!

Did we mention that she’s got, like, the highest amount of sex drive a thirteen-year-old could have? Walau pada umumnya itu merupakan hal yang wajar, banyak yang beranggapan bahwa Tina terlalu berlebihan dalam mengekspresikan obsesinya terhadap lelaki. Gadis berumur 13 tahun ini juga sering dianggap terlalu canggung dalam berinteraksi, jadi sering kali crush-nya tidak memerhatikan dia.

Ada beberapa waktu di mana ia merasa down, tapi seiring berjalannya waktu, she learns to be the best version of herself; erotic, sex-crazed and overall smart and independent.

Nah, Ultimafriends, cukup banyak contoh karakter yang sesungguhnya cukup kompleks dan menarik bila diteliti lebih lanjut lagi. Ada banyak makna yang bisa kita ambil; there’s always a reason for someone’s behavior, be it a little one, or a big one. Itulah mengapa kita harus selalu menerapkan yang namanya open-mind karena dari sekian banyaknya orang di dunia ini, mustahil untuk menentukan sebuah pakem tentang bagaimana seseorang harus berprilaku.

So, Ultimafriends, jangan lupa berbuat baik hari ini yaa!

Foto: Giphy
Editor: Aurelia Gracia

107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST