APAKAH PERJUANGAN KARTINI MEMBUAHKAN HASIL DI MASA KINI?

Written by on April 21, 2018

Perjuangan Ibu Kartini telah dituntaskan berpuluh-puluh tahun lalu, namun apakah cita-cita luhur dari penulis ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ ini sudah benar-benar terimplementasi di masa kini?

Di negara yang menganut budaya patriarki seperti Indonesia, kasus kesetaraan gender atau feminisme nampaknya masih belum terealisasi secara maksimal. Terbukti dari data yang diperoleh dari Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode Maret 2017, masih terdapat 6,31% perempuan dari jumlah penduduk Indonesia yang tidak atau belum bersekolah. Jika dihitung secara matematis dari jumlah penduduk Indonesia di tahun 2017 yang mencapai angka 260 juta jiwa, artinya masih ada sekitar 16 juta perempuan yang belum mengenyam bangku pendidikan. Angka ini terbilang cukup besar dibandingkan jumlah laki-laki yang tidak atau belum bersekolah yaitu sebanyak 2,91% atau 7 juta laki-laki.

Sumber : BPS, Susenas 2017

Meski demikian, jika kita ingat-ingat kembali, kita sebenarnya dapat melihat sedikit titik terang. Kartini, tokoh yang memperjuangkan agar wanita bisa mengenyam pendidikan tinggi ini berhasil membuat sebanyak 8,27% wanita  berhasil menuntut ilmu sampai perguruan tinggi di tahun 2017. Sangat berbeda dengan keadaan pada masa hidup beliau, dimana hanya kaum bangsawan saja yang diperbolehkan bersekolah hingga perguruan tinggi. Bahkan, jumlah laki-laki yang berhasil bertoga lebih sedikit dibandingkan perempuan, yaitu sebanyak 8,04%.

Selain itu, meski Kartini hanya berfokus pada perjuangan hak-hak wanita, namun rasanya sedikit tidak adil jika masyarakat melihat feminisme hanya dari sisi perempuan.

You might also wanna read: Kesalahpahaman Feminisme yang Masih Terjadi

Kesalahan pemikiran

Miskonsepsi bahwa feminisme adalah perbuatan yang hanya dilakukan oleh perempuan lebih baik kita buang jauh-jauh dari pikiran kita deh, Ultimafriends. Jangan sampai kita berpikir sama seperti orang-orang kebanyakan yang memilih untuk mengajarkan cara wanita menghindari pelecehan seksual daripada mencegah pria melakukan kejahatan, seperti yang dikutip dalam sebuah tulisan di situs IDN Times.

Realitanya, laki-laki pun bisa melakukan aksi feminisme loh, Ultimafriends. Sesederhana dengan tidak membeda-bedakan perlakuan kepada teman baik yang laki-laki maupun wanita, serta tidak mengkotak-kotakkan manusia berdasarkan gendernya. Contoh hal kecil lain yang dapat dilakukan oleh laki-laki dalam menerapkan nilai feminis adalah dengan tidak menggunakan kosa kata yang merendahkan perempuan.

Untuk lebih mudahnya, coba lihat infografis dibawah ini.

Sumber : tirto.id

Dari infografis tersebut, terbukti kan bahwa pelaku feminisme tidak hanya para wanita saja?

Terlepas dari apapun gendernya, tetap perlu kita ingat bahwa manusia pada dasarnya mempunyai kebebasan untuk melakukan apa yang ia kehendaki dan ia sukai, asalkan tidak merugikan orang lain.

Nah, Ultimafriends, mari jadi Kartini-kartini masa kini terlepas apapun gendermu dan mari teruskan perjuangan Ibu Kartini dalam mengupayakan kesetaraan gender.

Because like what people say, “feminism is for everybody.”

Sumber : bps.go.id
Editor: Vania Evan


107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST