Mau Event Kampus Sebesar We The Fest? Project Manager Ismaya Ini Tahu Solusinya!

Written by on March 10, 2018

Mahasiswa-mahasiswa UMN pasti sudah tidak asing lagi dengan pahit-manis kehidupan kepanitiaan event kampus. Apalagi, kampus mengeluarkan kebijakan poin SKKM, yang mewajibkan mahasiswanya untuk turut aktif dalam kegiatan kampus. Akhirnya, persaingan antar event kampus pun semakin ketat baik dari segi sumber daya manusia hingga konsep acara. Tapi jangan salah, event yang dirancang mahasiswa juga bisa kok setara dengan salah satu event terbesar di Indonesia seperti We The Fest! Lalu, apa ya rahasianya?

“Kalo jadi event maker tuh harus banyak research. Referensi yang kalian dapet itu ‘gak cuma dari yang yang kalian liat, misalnya di Jakarta, di luar kota, bahkan di luar negeri juga. Itu kan bisa jadi ide kalian untuk membuat event,” jelas David Ferdian selaku Project Manager dari Ismaya Group.

David juga menambahkan, referensi yang dapat diambil bisa beragam, tidak terbatas, dan tentunya harus disesuaikan dengan tujuan acara serta ketentuan yang berlaku di masing-masing kampus. Tak terkecuali bagi satu event sebesar We The Fest, ternyata merupakan hasil kombinasi dan modifikasi dari beberapa referensi yang bisa berasal dari media atau website manapun.

“Kita bikin We The Fest ngeliat keluar negeri juga kan. Banyak event-event yang kita datengin, salah satunya Coachella yang menjadi salah satu inspirasi kita juga di We The Fest. Kalo Djakarta Warehouse Project (DWP), kita ngeliat Ultra Festival, terus kayak Tomorrowland, dan Amsterdam Dance Event. Jadi referensi itu bisa kita dapet dari mana aja walaupun kita ga dating langsung,” jelas  David lagi.

Kesuksesan sebuah event yang besar juga tidak didasarkan pada research yang kuat saja, tetapi juga bagaimana sebuah tim dalam organisasi tersebut dapat saling bekerja sama. Tentunya hal ini dapat dipraktekkan oleh para mahasiswa yang menjadi event maker di kampusnya. Kira-kira tim di event kamu sudah melakukan apa yang dibilang sama Kak David ini belum?

“Yaa sebenernya sih emang seperti yang kita liat juga sekarang, emang pensi  bagus-bagus dan gede-gede ya. Sebenernya sih yang paling penting itu organizing-nya. Kerja as a team itu lebih baik dari kerja sendiri. Itu yang paling penting sih karena menurut saya,” tambah David.

Pssst! Selain mencari referensi dan kerja sama team, David juga mempunyai rahasia dalam mendatangkan artis-artis internasional loh! Ia mengatakan bahwa kita harus tahu skala event kita itu dimana. Dan gak lupa, buat ngingetin artis-artis internasional itu tentang budaya kita juga Ultimafriends.

“Misalnya kalian ngeliat DJ A. Di luar negeri mainnya pake bikini, tapi di Indonesia ya mereka ‘gak kayak gitu.  Kalo yang cowo, mungkin di luar mainnya metal banget. Nah kalo manggung di Indonesia ‘tuh mereka selalu bertanya. Kira-kira di Indonesia tuh budayanya kaya gimana ya? Kita mengingatkan DJ cewek rata-rata untuk jangan pake yang terlalu terbuka,” ujar David.

Nah, itu dia Ultimafriends beberapa rahasia yang David beberkan untuk membuat event sekelas We The Fest. Kalau kamu? Sudah siap untuk membuat event kampus sebesar We The Fest belum?

Foto: dokumentasi Maxima 2018
Editor : Vania Evan

Tagged as

[There are no radio stations in the database]