Mantra untuk Membuatmu Nyaman dengan Diri Sendiri

Written by on March 10, 2020

Ultimafriends, rasanya dunia ini selalu punya bahasan baru untuk diperbincangkan setiap hari. Untuk minggu ini, di samping bahasan mengenai virus corona yang sudah bertahan selama entah berapa minggu (dan semoga lekas selesai, amin), media sosial masyarakat Indonesia sepertinya juga memiliki agenda bahasan baru, yaitu posting-an Tara Basro yang mengampanyekan aksi mencintai diri sendiri. Beberapa pihak kemudian menilai posting-an tersebut mengandung unsur yang berpotensi melanggar Undang-Undang.

Tapi, Ultimafriends, dibanding sibuk membahas penilaian orang-orang terhadap unggahan Tara Basro, sepertinya lebih baik kita ngebahas hal yang dikampanyekan oleh Tara Basro, yaitu mencintai diri sendiri atau yang biasanya disebut sebagai self-love. Memang terdengar mudah sih, tapi apakah Ultimafriends sudah benar-benar menjalaninya?

Seperti cinta lainnya, cinta pada diri sendiri datang dalam berbagai bentuk dan tidak terbatas hanya dari penampilan fisik. Self-love merujuk kepada kemampuan seseorang menghargai dirinya sendiri secara keseluruhan, tanpa syarat apapun.

Namun seperti juga cinta lainnya, hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan, Ultimafriends. Banyak yang suka lupa, kalau sebenarnya self-love adalah hal yang penting dan harus dimiliki oleh setiap individu. Mungkin Ultimafriends (dan bisa jadi tim reporter juga) kerap menghabiskan waktu untuk mencintai hal-hal lainnya dan justru mengabaikan diri sendiri.

Tidak jarang kita memaklumkan skenario-skenario licik seperti menyalahkan diri sendiri karena terlihat kurang layak dibanding lainnya, menyalahkan diri sendiri karena merasa tidak seseru orang-orang lainnya, atau kangen mantan hanya karena tidak nyaman terlihat sendirian.

Memang tidak dapat dimungkiri, menerima diri sendiri merupakan persoalan yang tidak pernah gampang. Sedari dulu, sebagian besar masyarakat dunia gemar mengelompokkan orang lain berdasarkan sejumlah standar, seperti standar penampilan fisik yang umumnya berpusat pada badan ramping serta kulit terang.

Lalu ketika sebagian orang merasa berbeda dengan standar yang hidup dan berkembang di masyarakat, mereka merasa bersalah dan mempertanyakan kondisi diri mereka. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan datang terus menerus, dan berpotensi merembet ke hal-hal lainnya yang hanya menghabiskan waktu serta emosi.

Padahal, hal tersebut bukan merupakan sebuah kesalahan, Ultimafriends. Nah, apabila perasaan-perasaan seperti di atas mulai datang, tim reporter menyiapkan beberapa mantra (semoga jitu) yang mungkin bisa kamu terapkan.

Kamu dan siapa pun orang di dunia ini tidak akan dapat terlihat sempurna setiap saat

Ultimafriends, kamu perlu menyadari bahwa tidak ada satu orang pun yang dapat terlihat sempuran setiap saat. Mau Beyonce, Nicholas Saputra, atau [masukkan nama public figure lainnya] sekali pun. Percayalah, mereka juga pasti memiliki hari-hari ketika mereka terlihat kusut atau hari-hari ketika mereka bermuka masam karena menahan sakit perut, seperti manusia pada umumnya.

Demikian juga dengan memiliki tanda lahir di tubuh, stretch marks, jerawat, dan [masukkan keluhan lainnya] adalah hal yang manusiawi, Ultimafriends. Merawat diri adalah satu hal yang penting, namun apabila kamu memaksakan diri untuk terlihat baik setiap saat, hal tersebut hanya akan menguras akal sehat.

Kamu nggak perlu mengubah dirimu hanya untuk merasa diterima

Setiap individu, selama masa perkembangannya, mengalami berbagai peristiwa yang membentuk karakternya. Pengalaman perkembangan seseorang tidak ada yang sama dan tidak dapat ditiru sehingga karakteristik tiap individu berbeda-beda. Thats what makes us human, right?

Kamu laki-laki yang mengidentifikasikan diri sebagai penyuka warna pink? Ya sudah. Kamu adalah perempuan yang memiliki rambut pendek dan memilih berpenampilan santai? Ya sudah. Kamu seseorang yang tidak bisa diajak bercanda? Ya sudah. Kamu seseorang yang hobinya mendengarkan lagu-lagu India? Ya sudah, nggak masalah.

Selagi itu adalah hal yang baik dan tidak menyakiti siapa pun, semua orang berhak untuk menjadi dirinya sendiri, Ultimafriends. Apabila lingkungan kamu ternyata nggak mendukung kamu untuk menjadi dirimu sendiri, sepertinya kamu harus cari lingkungan yang lebih sesuai!

Kamu nggak butuh validasi dari orang lain untuk merasa baik

Memiliki keinginan untuk mendengar seseorang yang memuji penampilanmu, hasil pekerjaanmu, serta menanggapi perasaanmu memang penting, Ultimafriends. Manusia memang perlu diapresiasi sebagai timbal balik dari apa yang mereka usahakan. Selain apresiasi, sebagian besar orang umumnya merasakan sensasi tersendiri apabila berhasil membuat orang lain senang.

Namun, akan salah apabila kamu selalu butuh untuk mendengarkan hal-hal tersebut dari orang lain. Kerap kali orang membutuhkan validasi untuk merasa bahwa ia baik-baik saja, bahwa ia dicintai dan dibutuhkan, bahwa ia cukup. Tapi, banyak yang lupa bahwa semua hal tersebut nggak akan pernah terasa cukup ketika kamu belum mencintai diri sendiri.

Kamu perlu ingat, Ultimafriends, bahwa yang membuat dirimu seperti sekarang adalah kamu sendiri. Ingatlah bahwa yang mengerti dirimu secara keseluruhan hanyalah kamu sendiri. Validasi dari orang lain memang baik pada waktu tertentu, namun kembali lagi, yang bisa menyalamatkanmu hanyalah dirimu sendiri.

Ultimafriends, semoga mantra-mantra di atas dapat diingat olehmu ketika skenario-skenario yang gemar memaksakan pikiran negatif datang. Kamu bisa mencari ruang yang sunyi, kemudian menutup mata, menarik napas yang panjang, dan mengucapkan mantra tersebut di dalam kepala.

Dibanding memaksakan kehendak untuk dapat menjadi sempurna, alangkah baiknya kamu mencoba menerima kenyataan bahwa setiap orang tidak bisa menjadi sosok yang sempurna setiap saat, baik dalam penampilan fisik maupun sikap.

Memang bukan hal yang mudah, Ultimafriends, untuk melatih diri dengan mindset dan mantra-mantra di atas. Maka dari itu kamu tidak perlu gegabah, sing penting yakin. Akan selalu ada hari-hari baik dan hari-hari buruk. Namun, yakinlah bahwa bukan hal-hal di luar dirimu yang membuatmu terlihat baik, melainkan hal-hal dari dalam dirimu.

Editor: Theresia Melinda Indrasari

[There are no radio stations in the database]