Malam Puncak Commfest UMN 2020 Ajak Mahasiswa Adaptif di Era Industri 5.0

Written by on November 2, 2020

Ultimafriends, rangkaian acara Communication Festival (Commfest) 2020 resmi selesai dengan diselenggarakannya malam puncak pada Jumat (31/10). Tahun ini, melalui temanya Further than Imagine, Commfest 2020 mengajak mahasiswa untuk mampu berkolaborasi dengan teknologi secara maksimal agar dapat membawa perubahan.

Sosok hitam bertopeng yang dianaogikan sebagai teknologi dalam video di awal Malam Puncak Commfest 2020, Jumat (30/10). (Foto: Helen)

Pada awal acara, terdapat video yang memunculkan sosok hitam bertopeng sebagai analogi teknologi. Sosok itu menggambarkan dampak buruk teknologi masa kini yang sering digunakan tanpa tanggung jawab. Maraknya cyberbullying, pengaksesan pornografi, penyebaran hate speech, dan minimnya self love merupakan akibat dari perkembangan teknologi yang diangkat menjadi isu oleh Commfest 2020.

Commfest 2020 pun turut mengingatkan bahwa perkembangan teknologi saat ini sedang memasuki era industri 5.0. Oleh karena itu, diperlukan perubahan gaya kerja dan pola pikir masyarakat menjadi kreatif dan inovatif agar siap menghadapi era industri 5.0. 

Malam Puncak Commfest 2020 dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba-lomba yang telah dilangsungkan sebelumnya. Rupanya pemenang Commfest 2020 tidak hanya berasal dari UMN loh, Ultimafriends! Ada pula pemenang dari universitas lainnya, seperti Universirsitas Padjajaran, Universitas Kristen Satya Wacana, dan Universitas Udayana.

Penampilan Rigen Rakelna pada Malam Puncak Commfest 2020, Jumat (30/10). (Foto: Helen)

Pada rangkaian acara berikutnya, Commfest 2020 mengajak penonton tertawa dengan mengundang stand up comedian Rigen Rakelna. Meski situasi membuat Rigen harus melawak sambil duduk, nyatanya lawakannya sukses meraih antusiasme lebih dari 250 penonton. Hal ini terlihat dari kolom komentar penonton yang ramai kala Rigen menunjukkan kebolehannya dalam melawak.

Rangkaian acara pada Malam Puncak Commfest 2020 ditutup dengan manis oleh penampilan Eclat Story. Dua personelnya, Yosua Gunawan dan Louis hadir secara daring untuk menyanyikan berbagai lagu, mulai dari lagu lawas yang di-cover, hingga lagu original karya Eclat Story. Selain itu, malam puncak yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan tim paduan suara UMN Ultima Sonora dan UKM band UMN Mufomic.

Fakta Menarik tentang Lagu Eclat Story

Eclat Story ketika menceritakan sejarah lagu “Bentuk Cinta” pada Malam Puncak Commfest 2020, Jumat (30/10). (Foto: Helen)

Personel Eclat Story Louis mencertikan sejarah lagu “Bentuk Cinta” pada Malam Puncak Commfest 2020. Ternyata, lagu tersebut ditulis oleh Louis untuk pasangannya, sehingga terasa sangat personal bagi Louis.

“Lagu itu personal banget. Nggak semua orang punya rambut warna-warni, Nggak semua orang punya gigi kelinci,” ungkap Louis.

Ultimafriends, rangkaian acara Commfest 2020 telah usai. Semoga isu yang diangkat oleh Commfest 2020 tentang kesiapan dalam menghadapi transformasi digital dapat membuat kamu semakin aware akan revolusi industri 5.0!

Editor: Theresia Melinda Indrasari

107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST