LAPOR OMB

MAHASISWA: BUKAN SISWA BIASA

todayAugust 15, 2022 30 8 5

Background
share close

“Kalian udah mahasiswa, bukan siswa lagi!”

Ultimafriends, rasa-rasanya belum sah jadi mahasiswa kalau belum pernah denger kalimat itu, ya! Semacam kalimat sakral yang menyambut kita memasuki dunia perkuliahan. Namun, pernah enggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa ada sebutan khusus untuk pelajar di bangku perkuliahan? Kenapa enggak disebut “siswa” aja?

Putih abu-abu vs jas almamater? (Foto: Lungayu Endahrum)

Mahasiswa Menurut Etimologinya

Mahasiswa tersusun dari dua kata, yaitu “maha” dan “siswa”. Menurut KBBI, kata “maha” memiliki arti sangat; amat; teramat; atau besar. Sedangkan, kata “siswa” memiliki arti murid; pelajar. Sehingga, sederhananya mahasiswa memiliki makna, sangat terpelajar.

Make sense banget ya, Ultimafriends, karena mahasiswa adalah tingkatan terakhir dalam jenjang pendidikan formal.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Alya, salah satu mahasiswi Strategic Communication 2021.

“Mahasiswa itu istilah buat orang yang lagi nempuh pendidikan di masa kuliah, atau bisa dibilang juga level tertinggi dari seorang pelajar.”

Memaknai “Maha” dalam Kata Mahasiswa

Kata “Maha” seringkali identik dengan “Tuhan”. Eits, tapi bukan berarti kita jadi Tuhan atas dunia ya, Ultimafriends!

Seorang mahasiswa diharapkan bisa mengatur dirinya sendiri, sesuai dengan yang diinginkan. Namun, harus tetap bertanggung jawab dengan kehidupan akademisnya, serta tetap sejalan dengan konteks kemasyarakatan dan kemanusiaan.

Hal-hal tersebut membuat mahasiswa memiliki peran yang istimewa karena memiliki kesempatan dan keleluasaan untuk menerapkan apa yang dipelajari di kelas dan belajar lebih banyak hal lain di luar kelas. Baik dengan berprestasi di bidang non-akademik, belajar bersosialisasi, berorganisasi, dan memberi hal-hal baik bagi masyarakat. Bahkan bisa aja ketiganya dilakukan dalam satu waktu yang sama, loh!

Alya juga berpendapat kalau mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk belajar hal-hal lain di luar kelas

“Kalo menurut gua, mungkin karena ini jenjang terakhir kita buat belajar dan nambah ilmu sebelum bener-bener terjun ke dunia kerja. Arti kata “Maha” sendiri kan besar, so from my point of view, menjadi mahasiswa itu menuntut kita buat lebih mandiri dan bisa mikir lebih mateng lagi tentang what kind of career we want in the future, ga cuman semata- mata belajar sebagai formalitas selayaknya siswa biasa.”

Keistimewaan seorang mahasiswa inilah yang membuat kita jadi “Tuhan” untuk diri kita sendiri. Kata “maha” digunakan sebagai sebuah simbol kebebasan dalam menentukan arah dan tujuan hidup, sembari memberikan hal-hal baik pada orang lain.

It should be a perfect combination of fun and serious things! 

Maha Nilai atau Maha Ilmu?

Cari nilai atau cari ilmu?

Lebih baik cari nilai atau ilmu? (Foto: Lungayu Endahrum)

Perdebatan soal nilai dan ilmu emang enggak ada habisnya ya, Ultimafriends. Di satu sisi, nilai jadi hal yang penting karena nilai lah yang akan tertulis di ijazah nanti. Di sisi lainnya, ilmu juga penting karena ilmu lah yang akan menunjang kemampuan di dunia kerja nanti.

So, here goes the million dollar question, sebenernya lebih penting yang mana, sih?

Mencari nilai itu sah-sah aja loh, Ultimafriends! Asal dilakukan dengan cara yang fair dan merupakan hasil usaha sendiri, ya. Pada dasarnya, seorang mahasiswa punya tugas untuk bertanggung jawab atas pencapaian akademis yang tercermin dari IPK-nya.

Nah, tapi enggak berhenti di situ aja ya, Ultimafriends! Getting good grades is not the whole thing of campus life. Capaian nilai juga harus diimbangi dengan penguasaan ilmu. Karena, sebagai seorang mahasiswa, penting banget untuk bisa memaknai apa yang dipelajari dan mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Pada akhirnya, sama seperti banyak hal di bumi, mencari nilai dan mencari ilmu harus seimbang ya, Ultimafriends!

Bukan tanpa alasan kita disebut “mahasiswa” dan bukan hanya “siswa”. Dengan seluruh kebebasan yang dimiliki, kita punya banyak kesempatan untuk belajar, tentang diri sendiri, juga hal-hal di sekitar kita. Menjadi terpelajar dan tetap memanusiakan manusia.

So, Ultimafriends, what kind of “mahasiswa” do you want to be? Choice is yours!

 

Featured Image: Lungayu Endahrum

Editor: Stephanie Risyana

Written by: Lungayu Endahrum

Rate it

Previous post

ENTERTAINMENT

SYNCHRONIZE FEST 2022, MENGGARAP TOTAL “LOKAL LEBIH VOKAL”

“Dibilang enak, ya memang enak. Dibilang asik, ya memang asik” Kutipan lirik lagu “Musiknya Asyik” dari Barakatak yang jadi lagu pembuka di video perilisan line up musisi Synchronize Fest, bener-bener describes Synchronize Fest as its best ya, Ultimafriends! Setelah absen selama nyaris 3 tahun karena pandemi, Synchronize Fest akhirnya akan kembali bersenandung ramai nih, Ultimafriends! Synchronize Fest dengan segala kerendahan hati ingin pelan-pelan pulih dan beradaptasi. Digambarkan dengan menghadirkan 2 warna […]

todayAugust 12, 2022 31 11 2


0%