LEWAT YOWISBEN, BAYU SKAK LESTARIKAN BUDAYA

Written by on March 17, 2018

Kira-kira pusing nggak ya Ultimafriends, kalau harus nonton film yang 80% bahasanya menggunakan bahasa daerah? Buat kamu yang penasaran, kamu bisa nih nonton film Yowis Ben bareng temen-temen, gebetan (kalo punya), pacar (apalagi ini), atau mungkin kalo hopeless ngga ketemu temen nonton, yaaa bisa nonton sendirilah ya, kan udah gede!

Poster film Yowis Ben

Yowis Ben sendiri merupakan film Indonesia ber-genre komedi yang rilis pada 22 Februari 2018. Film ini dibintangi oleh Bayu Skak, Brandon Salim, Cut Meyriska, Joshua Suherman serta Tutus Thomsom. Film ini menceritakan tentang Bayu Skak yang memerankan karakter bernama sama, seorang anak SMA yang sederhana namun sangat populer di sekolah, tetapi bukan karena prestasi, bukan juga karena kenakalannya, apalagi karena tampangnya.

Lha terus gara-gara apa dong?! Ternyata, Bayu terkenal karena julukannya sebagai ‘Pecel Boy’. Nama itu didapat karena ia ikut membantu ibunya berjualan pecel bungkus yang dibawa ke sekolah. Berkebalikan dengan hidup yang biasa aja dan wajah yang pas-pasan, ternyata selera dan ambisi Bayu tinggi banget.  Dia naksir cewek cakep di sekolah dan tentu saja langsung ditolak mentah-mentah di depan kelas. Tidak kapok, dia malah naksir cewek yang lebih cantik lagi, yang bernama Susan (Cut Meyriska).  Demi mendapatkan cinta Susan, Bayu akhirnya berinisiatif membentuk band demi mendongkrak popularitasnya bersama Doni (Joshua Suherman) yang merupakan sahabat dekatnya, Yayan (Tutus Thompson) sebagai drummer dan Nando (Brandon Salim), siswa ganteng yang jago main keyboard. Mereka sepakat memberi nama band mereka ‘Yowis Band’. Lalu gimana ya kelanjutan kisahnya?

Walaupun sudah 2 minggu rilis, film garapan Bayu Skak ini tetap menuai pujian hingga saat ini. Hal ini dikarenakan film Yowis Ben yang menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa asal Jawa Timur, khususnya Malang atau yang sering disebut “ngalam”.  Ternyata, doi emang kekeuh menggarap karya pertamanya ini dengan Bahasa Jawa loh Ultimafriends!

“Tujuan saya pun tercapai, yaitu untuk mengangkat budaya. Saya memang kekeuh di film ini harus berbahasa Jawa karena saya ingin mengingatkan semua masyarakat jangan melupakan bahasa daerah kita. Karena itu adalah akar jati diri kita. Saya harap ke depan bisa bermunculan karya-karya lain yang menjunjung tinggi budaya dan bahasa daerah atau bahasa ibu. Karena pasti akan sangat menarik dan kita bisa saling memperlihatkan budaya kita, melestarikan, dan tidak melupakannya,” pangkas Bayu Skak dalam akun Instagramnya @moektito

Jadi, apakah kamu tertarik untuk menonton film ini Ultimafriends? Eitss, jangan takut nggak ngerti jalan ceritanya karena film ini memakai Bahasa Jawa ya! Tenang, ada subtitle Bahasa Indonesia kok! Sugeng mrisani Ultimafriends! (read: happy watching Ultimafriends!)

Foto: Instagram @moektito
Editor: Vania Evan
Tagged as

107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST