HIGHLIGHT

Lepas Jam Karet supaya Enggak Ngaret dengan Self-Discipline

todayDecember 11, 2021 47

Background
share close

Ultimafriends, siapa yang pernah datang ke event kepanitiaan 15 menit lebih awal, tapi acaranya baru dimulai satu jam kemudian?

Mungkin kamu tahu, ini salah satu akibat kebiasaan teman-teman—atau kamu sendiri, yang sering datang terlambat karena ada urusan yang perlu diselesaikan, maupun mager jadinya super nyantai. Sayangnya, “budaya” jam karet ini jadi cara jitu supaya pas acara dimulai, audiensnya sudah ramai.

Coba kamu bayangkan, seandainya sebagian besar orang tepat waktu, sepertinya panitia acara enggak perlu menormalisasikan jam karet. Lalu, sebenarnya apa sih yang bikin seseorang suka terlambat dan memperlakukan waktu seolah bukan sesuatu berharga?

Yuk, waktu terus berjalan Ultimafriends! (Sumber: Giphy.com)

Menariknya Ultimafriends, berdasarkan psikologis, mereka yang berkarakteristik time urgency—punya orientasi kuat terhadap tanggung jawabnya dan terbiasa bikin to do list—cenderung jarang terlambat.

Nah, Emily Waldum, peneliti di Washington University di St. Louis, Amerika Serikat bilang dalam studinya kalau seseorang yang lebih sering ngecek jam saat melakukan aktivitasnya punya kemampuan mengatur waktu yang lebih baik dan bisa memperkirakan, dalam waktu berapa lama sih pekerjaannya bisa diselesaikan.

Kalau ngomongin soal memperkirakan waktu, ini ada kaitannya dengan planning fallacy, Ultimafriends. Jadi, bisa aja mereka yang terlambat sebisa mungkin mencoba mengatur waktunya biar enggak terlambat. Tapi, karena punya bias optimisme dan meremehkan hal-hal enggak terduga yang bisa terjadi,  ujung-ujungnya malah terlambat.

Misalnya, kamu ngekos di dekat Summarecon Mal Serpong dan mau berangkat ke kampus untuk rapat kepanitiaan. Karena jaraknya super dekat, biasanya kamu cuma membutuhkan waktu 10 menit, toh juga biasanya enggak macet. Tapi, lampu merah di perempatan kampus yang rusak bikin jalanan enggak teratur. Alhasil, kamu terlambat tanpa menduga kejadian itu.

Selain itu, masih ada faktor lainnya yang perlu kamu ketahui. Sebagian orang sengaja datang mepet, atau terlambat, supaya enggak perlu merasa cemas ketika nunggu acaranya dimulai. Di sisi lain, waktu menunggu itu mendingan digunakan untuk ngerjain aktivitas lain, but at times this makes them too caught up.

If you have the very same reason, raise your hand, Ultimafriends!

Namun, apa pun alasannya, sering kali enggak diperhatikan kalau keterlambatan ini berdampak banget lho bagi orang lain. Melansir NBC News, mereka yang suka terlambat berpikir setiap orang juga kesulitan untuk tepat waktu. Anggapannya, pasti orang lain juga macet-macetan, atau punya kesibukan lain.

Padahal, terlambat juga bikin stres karena bikin terburu-buru lho. Di waktu yang sama, otak dituntut multitasking untuk menyelesaikan beberapa hal lebih cepat dalam waktu singkat Ujung-ujungnya, badan dan pikiran kamu yang capek, bahkan berpengaruh pada kepercayaan diri karena harus meminta maaf sama orang lain dan berusaha memperbaiki kesalahan.

Mulai ubah kebiasaanmu supaya enggak telat lagi, apalagi sampe bisa telat ketinggalan kereta seperti ini. (Sumber: Unsplash)

Tapi, jangan khawatir karena kebiasaan terlambat ini bisa diubah kok. Berikut tim reporter punya beberapa cara yang bisa kamu coba~

1. Buat Waktu Sendiri

Sebelum beraktivitas, kamu bisa membuat estimasi kegiatan dalam sehari. Mulai dari bangun tidur, waktu yang dibutuhkan untuk siap-siap, berangkat ke kampus, rapat organisasi dan kepanitiaan, ngerjain tugas, sampai makan siang dan makan malam.

Eh, kayaknya terlalu banyak deh kalau seharian?

Nggak apa-apa, Ultimafriends, kamu bisa bikin yang menurutmu esensial. Usahakan dimulai dari kegiatan yang penyelesaiannya butuh waktu lebih lama, dan sediakan waktu lebih untuk hal-hal di luar ekspektasi yang mungkin terjadi. Dengan demikian, kamu juga bisa evaluasi kinerjamu dan diperbaiki supaya bisa melakukan lebih cepat.

2. Datang Awal Artinya Tepat Waktu

Meskipun enggak ingin menunggu, usahakan kamu datang 10-15 menit sebelumnya, pun kecemasanmu bukan sesuatu yang enggak bisa diatasi. Kamu bisa menyibukkan diri dengan baca buku, hapus file-file enggak penting di ponsel, lanjut nonton serial televisi, atau baca thread seru di Twitter. Jadi waktumu enggak terbuang sia-sia.

Di sisi lain, yang bikin event juga seneng lho, Ultimafriends, karena kamu antusias dan menghargai acara mereka. Bahkan, bisa bikin mereka sadar untuk segera memulai acaranya supaya enggak buang-buang waktu.

3. Kurangi Multitasking

Kalau kamu punya banyak aktivitas yang dilakukan dalam sehari, biasakan bikin to do list dan susun berdasarkan prioritasnya. Hal ini bukan cuma bikin kegiatanmu lebih clear untuk dilakukan, tapi juga lebih fokus pas mengerjakan sekaligus memaksimalkan waktu yang dimiliki.

4. Membiasakan Cek Jam

Menurut Psychology Today, rajin-rajin ngecek jam bisa bikin kamu keep on track, lho. Pasalnya, kamu akan “diingatkan” untuk segera menyelesaikan pekerjaan dan membantumu mengingatkan kegiatan lain setelahnya. Pun ini bisa mengurangi kamu terlalu larut mengerjakan sampai lupa waktu.

Dari beberapa cara tersebut, semoga Ultimafriends bisa berproses supaya lebih disiplin dalam mengatur waktu ya! Biar rapat kepanitiaan dan segudang acara lainnya enggak pakai jam karet lagi~

Editor: Elizabeth Chiquita Tuedestin P.

 

Written by: Aurelia Gracia

Rate it

Previous post

HIGHLIGHT

UMN Radio Try: Weekly Planner, Solusi Jaga Produktivitas Kerjamu

Ultimafriends, pernah enggak sih kamu mikir, “Kenapa hari ini gue nyantai banget, ya?” Padahal, masih ada laporan magang yang menunggu buat dilanjutkan, proposal penelitian yang menanti buat direvisi, serta proyek-proyek Ujian Akhir Semester (UAS) yang merengek minta dikerjakan. Meski sadar, rasanya badan ini terlalu malas buat bangkit dari tempat tidur. Kemudian di hari lain, kamu bisa jadi excessively productive. Semua tugas dilibas habis, termasuk yang deadline pengumpulannya masih dua minggu. […]

todayNovember 26, 2021 65


0%