Krisis Eksistensial Nggak Sebercanda Itu

Written by on February 28, 2020

Ultimafriends, pernah nggak sih kamu lagi jalan di Jembatan Naga UMN lalu tiba-tiba kepikiran, ‘Kenapa gue lahir di negara ini, ya?’ ‘Tujuan gue hidup di dunia ini tuh, apa sih sebenernya?’ ‘Kenapa gue bukan anak kandungnya Obama, ya?’ atau ‘Kenapa gue pacaran sama orang yang gue pacarin sekarang, ya?’ Intinya, pernah nggak sih kamu memikirkan alasan kamu sedang berada di posisi kamu yang saat ini?

Krisis eksistensial merupakan saat-saat ketika individu mempertanyakan makna, tujuan, atau nilai hidup mereka. Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas bisa muncul kapan saja dan kepada siapa saja, tanpa memandang dia anak bangsawan atau rakyat biasa. Nggak ngelihat apakah dia lagi rebahan sambil scroll timeline Twitter atau dia lagi menaruh susu dulu baru cereal-nya.

Dewasa ini, banyak orang yang menilai bahwa setiap kali orang lain mempertanyakan dasar dari suatu hal, artinya mereka sedang mengalami existential crisis.

Or so we thought.

Ternyata, existential crisis nggak sebercanda itu, lho, Ultimafriends. Untuk sebagian orang, krisis eksistensial adalah kondisi mental yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Biasanya, krisis eksistensial ini dimulai dari suatu pengalaman yang nggak menyenangkan, yang akhirnya membuat mereka mempertanyakan tujuan dan posisi mereka dalam kehidupan.

Daniel Howell, seorang YouTuber asal Inggris, sering membicarakan tentang krisis eksistensial yang dihadapinya. (Foto: WiffleGif)

Tak jarang krisis eksistensial ini dimulai ketika seseorang sudah menanamkan self-doubt ke dalam dirinya, lalu ditambah dengan pengalaman buruk yang ia alami sehingga memunculkan pertanyaan-pertanyaan negatif, seperti:

  1. Sebenernya tujuan gue hidup di dunia ini apa sih?
  2. Kalau misalnya gue nggak ngejalanin hidup kayak gini, gue bakal jadi apa, ya?
  3. Kalau misalnya gue meninggal, bakal ada yang kangen sama gue nggak, ya?
  4. Temen-temen gue sebenernya suka nggak ya sama gue? Apa jangan-jangan mereka cuma berpura -pura aja?

Kondisi ini bisa semakin parah ketika mereka nggak bisa menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan-pertanyaan sejenis di atas.

Lalu, apa aja sih symptoms dari krisis eksistensial ini, Ultimafriends?

  • Merasa depresi

Orang yang mengalami krisis eksistensial mendalam akan merasakan symptoms yang sama dengan orang yang sedang depresi. Mereka akan terlihat lesu, mudah lelah, atau merasa seperti tidak ada harapan.

  • Merasa resah

Selain mudah lelah dan lesu, orang yang mengalami krisis eksistensial juga akan sering merasa resah atau gelisah, seakan-akan suatu hal yang buruk akan terjadi padanya.

  • Existential Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

OCD adalah kondisi ketika seseorang memiliki pikiran, gagasan, atau sensasi yang membuatnya terdorong untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Akibatnya, orang-orang yang memiliki gejala ini akan terus berusaha mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam benak mereka. Mereka tidak akan berhenti sampai mereka menemukan jawabannya.

Lalu, apa solusi bagi orang sedang mengalami existential crisis?

Kamu bisa mulai dengan selalu mengontrol pikiran dan meyakinkan diri sendiri bahwa kamu memang memiliki tujuan dalam hidup . Misalnya, yakinkan dirimu bahwa jika kamu nggak ada di dunia ini, tidak akan ada pula yang membuat mama kamu tertawa pagi tadi.

Pikiran-pikiran positif yang simpel dan mungkin terdengar konyol akan bisa membantu kamu untuk selalu keep tracks of your thoughts and push negative ones away. Selain itu, kalau kamu merasa beberapa pertanyaan tentang diri kamu tidak bisa kamu pahami, ingatlah bahwa nggak semua hal harus ada jawabannya. Sometimes, it’s better to remember that some things are just unexplainable.

Know that you are always loved and appreciated. Thank you for making it and staying strong until this very day.

Editor: Theresia Melinda Indrasari

[There are no radio stations in the database]