KESENJANGAN GAJI ANTARA PRIA DAN WANITA DI INDONESIA, APAKAH ADIL?

Written by on April 24, 2018

Ultimafriends, baru aja kita warga Indonesia memperingati Women’s Independence Day atau hari lahirnya Ibu Kartini, sosok pejuang hak-hak wanita pada 21 April lalu. Meski telah berhasil mengangkat derajat wanita yang awalnya tidak bisa bersekolah tinggi hingga anggapan bahwa wanita dan pria sudah setara, ternyata masih ada aja kebijakan-kebijakan yang secara gak langsung membantah kesetaraan antara pria dan wanita. Kesenjangan upah pekerjaan antara pria dan wanita salah satunya.

Kemudian muncul di benak tim reporter, apa sebenarnya penyebab dari pay gap antara pria dan wanita yang ada di dunia kerja? Apa karena wanita cenderung memilih pekerjaan yang memang upahnya lebih sedikit? Atau apa wanita lebih banyak memilih untuk bekerja part time karena tetap harus bertanggungjawab atas urusan rumah tangga? Dan apa hubungannya perbedaan gender dengan jumlah uang yang tertera di slip gaji?

Menurut beberapa penelitian secara global, wanita memperoleh gaji 24% lebih kecil dibandingkan pria. Salah satu penyebab dari kesenjangan gaji ini adalah karena pria dinilai lebih layak untuk menerima gaji yang lebih besar karena harus menjadi tulang punggung keluarga. Terutama di negara-negara yang menganut budaya patriarki seperti Indonesia, pandangan seperti ini dianggap wajar, karena laki-laki ditempatkan sebagai pemegang kekuasaan utama termasuk dalam keluarga. Padahal pada kenyataannya, menurut hasil riset tidak sedikit juga wanita yang menjadi tulang punggung dan menafkahi keluarga.

Penyebab lain yang mendorong adanya pay gap antara pria dan wanita adalah karena pria memiliki jam kerja lebih panjang dibanding wanita secara umum karena tidak membutuhkan cuti hamil dan melahirkan. Dilansir dari Tirto, di Indonesia, aturan cuti bagi perempuan ini diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Ada ketentuan hak beristirahat sebelum dan sesudah melahirkan (masing-masing 1,5 bulan sehingga total 3 bulan), hak cuti haid, cuti melahirkan, cuti keguguran, kesempatan untuk menyusui, dan layanan antar-jemput bagi karyawan perempuan yang bekerja di atas pukul 23.00 hingga 05.00.

Kebijakan ini tanpa disadari mempengaruhi perusahaan-perusahaan untuk tidak mempekerjakan perempuan, karena cuti hamil secara tidak langsung berarti penurunan produktivitas. Jika dibandingkan dengan laki-laki yang hanya diberikan jatah cuti selama dua hari, tentu perbedaan jatah cuti dari keduanya memberikan dampak yang signifikan bagi perusahaan ya Ultimafriends. Ditambah lagi, pada beberapa perusahaan, wanita yang mengambil cuti tetap diberi upah sebesar gaji pokok atau menyesuaikan sesuai kebijakan perusahaan masing-masing.

Namun, ada beberapa industri yang memberikan upah lebih tinggi kepada pekerja wanita, seperti industri yang bergerak di bidang fashion, kecantikan, dan otomotif. Tidak heran, mengingat bahwa bidang fashion dan kecantikan adalah bidang yang lebih dikuasai oleh wanita pada umumnya. Sedangkan untuk bidang otomotif, meski cenderung lebih dikuasai oleh laki-laki, beberapa perusahaan justru memberikan upah yang lebih tinggi kepada wanita khususnya di bagian penjualan.

Ultimafriends, melihat fakta-fakta di atas, ternyata terlepas dari hasil kerjanya, ternyata wanita dan pria masih diperlakukan berbeda khususnya dalam pemberian gaji. Kalo menurut kamu, perbedaan gaji ini adil atau nggak sih?

Referensi: Tirto, IDN Times, BBC
Editor: Vania Evan



Continue reading

Previous post

FRIDAY


107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST