KESALAHPAHAMAN TENTANG FEMINISME YANG MASIH TERJADI

Written by on April 23, 2018

Ultimafriends, kamu pasti sering banget denger orang-orang di sekitarmu mengucapkan kata feminisme’kan? Bahkan nggak cuma denger, kemungkinan besar kamu udah lihat banyak banget orang-orang yang upload foto ketika mengikuti aksi feminisme, atau memberikan opini mereka tentang gerakan tersebut.

 Pas lagi di kantin, nggak sengaja denger sekelompok orang di meja sebelah ngebahas feminisme yang artinya A. Besoknya pas lagi di mall, dengar anak muda ngomongin feminisme yang artinya B. Buka browser buat cari tahu arti sebenarnya, ada sumber yang bilang arti feminisme itu C.

Jadi arti feminisme itu sebenernya apa ya?

Feminisme adalah sebuah gerakan yang menuntut kesamaan serta keadilan hak antara pria dan wanita. Istilah yang digunakan mulai 1890-an ini diwujudkan dalam sebuah parade yang mengangkat isu tentang pentingnya hak-hak perempuan yang sering kita dengar dengan nama Women’s March. Dimulai di ibu kota Amerika Serikat, Washington, D.C. pada 21-22 Januari 2017 lalu, parade ini juga udah dilakukan oleh masyarakat Indonesia di beberapa kota besar, lho, Ultimafriends, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

Kamu masih kurang paham tentang gerakan feminisme?

Nggak perlu khawatir, Ultimafriends karena tim reporter udah merangkum beberapa kesalahan berpikir mengenai feminisme yang sering terjadi di masyarakat supaya kamu nggak jadi salah satunya!

Feminisme tidak diperlukan lagi karena wanita sudah setara dengan laki-laki

 Ultimafriends, kamu salah satu dari banyak orang yang berpikir kayak gini nggak, sih?

Begini, Ultimafriends, perempuan dan laki-laki itu kelihatannya aja udah menduduki posisi yang sama, tapi kenyataannya belum. Kenapa demikian?

Karena di negara berkembang, termasuk Indonesia, jumlah anak perempuan yang putus sekolah lebih tinggi daripada laki-laki. Masih banyak orang tua yang berpikir kalau anak perempuan lebih baik berada di rumah untuk mengerjakan pekerjaan rumah supaya ketika beranjak dewasa, mereka siap untuk menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga.

Nggak cuma itu Ultimafriends, hukum dan penegak hukum di Indonesia sendiri hampir nggak pernah memihak pada perempuan tiap kali terjadi kasus kekerasan seksual di mana perempuan yang menjadi korbannya. Malah perempuan yang disalahkan karena dianggap nggak bisa menjaga kehormatannya dengan mengenakan pakaian terbuka. Padahal kalau si pelaku bisa mengendalikan diri juga nggak akan terjadi kasus pemerkosaan kan, Ultimafriends?

Feminisme bukan misandry

Feminisme adalah ideologi yang mengajarkan perempuan untuk benci pada laki-laki.

Wah, nggak gitu ya, Ultimafriends! Feminisme nggak mengajarkan kebencian dan kekerasan terhadap siapa pun, dan seorang feminis bukan berarti anti terhadap laki-laki. Justru seorang feminis itu ingin dihargai sebagaimana dirinya menghargai laki-laki.

Pemahaman bahwa seorang feminis harus membenci laki-laki itu berasal dari seorang tokoh radikal feminis yang anti laki-laki, seperti Marilyn French yang mengatakan “all men are rapists and that’s all they are.” Nah, pandangan senada yang menganggap semua laki-laki pasti jahat ini yang seringkali dipahami sebagai feminisme. Tapi sebenarnya, gerakan ini bertujuan untuk menyetarakan hak perempuan dalam bidang politik, ekonomi, budaya, maupun ruang publik, Ultimafriends.

 

Hanya perempuan yang bisa jadi feminis

Perempuan dan laki-laki sama-sama bisa menjadi seorang feminis kok, Ultimafriends. Karena gerakan feminisme ini nggak cuma mengajak perempuan, melainkan juga laki-laki, untuk mengatasi masalah sehari-hari, seperti kekerasan rumah tangga, kekerasan seksual, dan ketidaksetaraan penghasilan.

Buat kamu yang perempuan, bisa meningkatkan kesadaran mereka sebagai laki-laki untuk menghargai lawan jenis, misalnya nggak melakukan cat-calling pas ada perempuan lewat di hadapannya, mau bantu nyokap pas ngerjain kerjaan rumah, nggak meremehkan perempuan ketika mereka melakukan pekerjaan yang biasanya cuma dilakukan sama laki-laki, atau memberikan respons positif dan mendukung temen perempuannya yang lagi belajar makeup.

Perempuan yang mengikuti gerakan feminisme nggak cuma membela diri mereka sendiri lho, Ultimafriends, melainkan juga membantu kaum LGBTQ dalam memperjuangkan haknya.

 

Feminis masih kolot dan kuno

Feminisme di abad 19 memang fokus terhadap kesetaraan hak sipil dan politik, tapi seiring dengan berkembangnya zaman, masa iya sih feminisme cuma memperjuangkan dua hal itu aja?

Jelas nggak dong, Ultimafriends.

Sekarang feminisme udah jauh berkembang dan menjadi paham yang melawan penindasan yang berkaitan dengan ras, seksualitas, dan jenis kelamin. Perkembangan zaman yang terus berkembang membuat gerakan ini ikutan berkembang, Ultimafriends, dengan lebih cenderung memberi saran dan pengertian kepada orang-orang untuk menyediakan ruang bagi mereka yang menjadi minoritas dalam bidang ekonomi, sosial, gender, ras, dan seksual. Misalnya, bagi mereka yang muslim bisa memanfaatkan gerakan feminisme untuk mengubah mindset masyarakat dunia mengenai teroris yang merupakan bagian dari pemeluk agama Islam.

Feminis nggak suka perempuan yang berpenampilan feminin

Siapa bilang kalau cuma perempuan tomboy yang bisa jadi seorang feminis?

Ultimafriends, yang harus kamu ketahui adalah berpenampilan tomboy atau feminin merupakan pilihan setiap perempuan untuk mengekspresikan dirinya melalui gaya berpakaian dan bukan sesuatu yang menjadi hambatan dalam mendukung gerakan ini. Jadi sama sekali nggak ada hubungannya ya. Semua perempuan yang terlibat dalam gerakan feminisme ini memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memperoleh kesetaraan gender antara dirinya dengan laki-laki tanpa memedulikan kamu mau pakai sneakers atau high heels.

Nah, sekarang kamu pasti udah lebih paham tentang feminisme kan, Ultimafriends? Jangan sampai salah berpikir tentang gerakan ini lagi ya. Kalau perlu bantu orang-orang di sekitarmu untuk memahaminya!

Referensi: medium.com
Editor: Vania Evan

Continue reading

Previous post

FRIDAY


107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST