Kerja Kelompok di Kala Kuliah Online, Keuntungan atau Kerugian?

Written by on December 1, 2020

Sebelum kuliah online berlangsung, kita telah terbiasa dengan konsep kerja kelompok yang dikakukan dalam kuliah offline. Sudah menjadi rahasia umum bahwa akan ada drama dalam sebuah kerja kelompok. Entah itu rekan kelompok sulit dihubungi (namun selalu terlihat mengunggah stories lewat Instagram), rekan kelompok yang hanya datang untuk presentasi (celakanya, dia jago dalam public speaking sehingga membuat dirinya terlihat seakan-akan mengerjakan tugas dengan baik di depan dosen), dan berbagai drama lainnya.

Eksistensi kerja kelompok tidak menghilang meski Pandemi menyerang. Selama kuliah online berlangsung, kerja kelompok masih diterapkan sebagai metode pengerjaan berbagai proyek dan tugas kuliah. Hal ini menimbulkan polemik, apabila kerja kelompok yang dilakukan secara offline saja sudah menyita banyak waktu dan energi, bagaimana kerja kelompok yang dilakukan secara online?

Ciri khas mahasiswa usai melakukan kerja kelompok online, jangan lupa foto bareng! (Foto: Dokumentasi Tim Reporter)

Institusi pendidikan dan para akademisi tentu tidak menghadirkan tugas kelompok tanpa alasan. Tugas kelompok dimasukkan dalam elemen pembelajaran karena tugas kelompok dapat meningkatkan berbagai soft skill yang nantinya akan berguna di dunia kerja. Oleh karena itu, sistem kerja kelompok masih diterapkan walau dalam situasi online sekali pun. Melalui kerja kelompok, mahasiswa dapat belajar menghargai perbedaan pendapat, membagi ilmu untuk satu sama lain, mengimplementasikan tanggung jawab dalam kelompok, dan meningkatkan pengertian akan konsep yang sedang dipelajari.

Berat sama dipikul, ringan sama dengan dijinjing. Peribahasa tersebut nampaknya cocok digunakan untuk menggambarkan pengerjaan tugas dalam kelompok. Tugas kampus yang dikerjakan bersama-sama akan terasa lebih ringan dibanding dikerjakan secara individu. Terlebih lagi situasi kuliah online terkadang membuat seseorang kehilangan konsep waktu dan kesulitan memiliki manajemen waktu yang baik. Dengan adanya individu-individu lain yang mengerjakan tugas bersama, diharapkan hal tersebut dapat menjadi “reminder” untuk kamu mengerjakan tugas-tugas kuliah!

Meski demikian, tak dapat dimungkiri bahwa setiap hal memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri. Salah satu kerugian dari kerja kelompok online adalah adanya risiko miss communication yang besar. Berbekal video konferensi sebagai sarana bertemu, akan terdapat berbagai probabilitas yang memungkinkan pesan-pesan yang tidak dicerna atau tersampaikan dengan baik kepada rekan kelompok. Entah salah satu anggota melihat tanggal pengumpulan, gagal mengerti teknik pengerjaan tugas, atau berbagai kemungkinan lainnya. Kendala tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan koneksi, perangkat teknologi yang tidak memadai, hingga situasi lingkungan sekitar yang membuat perhatian seseorang mudah teralih.

Salah satu risiko dari kerja kelompok adalah timbulnya miskomunikasi antaranggota. (Foto: Covideo)

Risiko lain yang mungkin muncul dalam kerja kelompok online dan berpotensi menghambat pekerjaan adalah jika setiap anggota kelompok hanya mengandalkan satu sama lain. Pengerjaan tugas pun tertunda karena seluruh anggota saling menunggu anggota lain untuk mulai mengerjakan tugas. Padahal, kerja kelompok idealnya memiliki porsi pembagian kerja yang rata. Apabila hanya mengandalkan satu sama lain, alur pekerjaan menjadi tidak jelas, menghasilkan kebingungan, dan menimbulkan ketidakpastian dalam pengerjaan tugas.

Pada dasarnya, kerja kelompok melatih individu untuk dapat berkomunikasi dan memberi peranan dalam sebuah tim. Manfaat yang diberikan dari kerja kelompok sulit digantikan oleh sarana dan metode pembelajaran lainnya. Hal ini menyebabkan kerja kelompok masih banyak dipertahankan di berbagai institusi pendidikan. Untuk mengoptimalkan manfaat dan menghindari adanya hambatan pembelajaran dalam tugas kelompok, Ultimafriends perlu cerdas dalam mengelola pengerjaan tugas kelompok tersebut.

Tugas kelompok yang baik dapat dimulai dengan pemilihan anggota yang memiliki karakteristik baik. Karakteristik tersebut dapat dijabarkan menjadi seseorang yang bertanggung jawab, dapat menerima perbedaan pendapat, dan lainnya. Kalau memang mencari seseorang yang dapat memenuhi karakteristik di atas terkesan terlalu “muluk-muluk”, cukup cari rekan yang komunikasinya nyambung denganmu. Tim reporter bukannya menganjurkan kamu untuk pilih-pilih teman, tapi, rekan kelompok yang sejalan akan memudahkan kamu berdiskusi dan membuat batasan pembagian tugas. Pekerjaan masing-masing individu juga perlu didiskusikan sejak awal sehingga porsi kerja tiap-tiap anggota seimbang.

Last but not least, yang perlu kamu perhatikan selama kerja kelompok online adalah memastikan pemahaman tiap-tiap anggota mengenai materi dan teknis pengerjaan tugas kelompok untuk mengurangi adanya miss communication. Tugas kelompok merupakan hal yang terlihat rumit dari luar. Namun jika Ultimafriends dapat mengakali kerumitan-kerumitan yang ada, kerja kelompok akan terasa lebih efektif dan bermanfaat!

Feature Image Source: ClickMeeting Blog
Editor: Theresia Melinda Indrasari

[There are no radio stations in the database]