INDONESIA GAGAL BAWA PULANG PIALA THOMAS DAN PIALA UBER 2018

Written by on May 29, 2018

Salah satu pertandingan badminton paling bergengsi di dunia baru saja selesai pada hari Minggu (27/05) lalu. Diselenggarakan di Thailand pada tahun ini, Jepang berhasil membawa pulang Piala Uber setelah mengalahkan Thailand, sedangkan ASDF berkesempatan memenangkan Piala Thomas. Tim Thomas Indonesia harus berpuas diri setelah gagal masuk ke babak final ketika kalah 3-1 dari China di pertandingan semifinal. Tim Uber juga tidak dapat melanjutkan perjuangannya setelah kalah dari Thailand pada babak perdelapan final dengan skor 2-3.

Kegagalan ini tentunya membuat Indonesia harus menanti lebih panjang lagi untuk membawa pulang piala-piala ini, mengingat Tim Thomas Indonesia terakhir memenangkan pertandingan pada tahun 2002 dan Tim Uber Indonesia pada tahun 1996.
Indonesia menurunkan kekuatan terbaiknya pada ajang tahun ini, di antaranya ada Marcus Fernandi Gideon dan Kevin Sanjaya yang merupakan peringkat satu ganda putra BWF, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan yang dulunya juga merupakan peringkat satu ganda putra BWF, Greysia Poli dan Apriyani Rahayu di sektor putri dan masih banyak pemain unggulan asal Indonesia yang turun di pertandingan bergengsi ini.

Tim Thomas Indonesia

Dalam perjalanannya menuju semifinal, Indonesia bertemu dengan Canada di babak pertama dan menang telak 5-0, dilanjutkan dengan pertandingan melawan tuan rumah yang harus mengakui keunggulan Indonesia dengan skor 4-1. Pada pertandingan merebut posisi pertama Group B, Tim Thomas Indonesia harus mengeluarkan tenaga yang cukup banyak untuk melawan Korea dan menang dengan skor 3-2, poin disumbangkan oleh dua pasangan ganda Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra, dan satu lagi dari Firman Abdul Kholik dalam set ketiga atau rubber game.

Pada babak delapan besar, Indonesia bertemu dengan posisi dua grup D, yaitu Malaysia. Poin pertama gagal diraih setelah Anthony Ginting kalah dari Lee Chong Wei dengan dua game, namun kekalahan tersebut langsung dibalas dalam tiga pertandingan selanjutnya. Marcus/Kevin, Jonatan Christie, dan pasangan Ahsan/Hendra harus berjuang ekstra keras memainkan rubber game melawan Malaysia untuk mengantongi tiket menuju semifinal.

Pertandingan paling panas yang Indonesia rasakan pada Thomas Cup 2018 adalah saat menemui China di semifinal. Tunggal putra, Anthony Ginting gagal meraih poin setelah kalah dari Chen Long 22-20 dan 21-16. Kekalahan ini dibalas langsung oleh Marcus/Kevin saat melawan Liu Cheng/Zhang Nan dengan rubber game. Partai ketiga yang dimainkan oleh Jonatan Christie gagal menyumbang poin. Jonatan harus mengakui keunggulan Shi Yuqi setelah kalah rubber game. Harapan yang dipegang oleh Ahsan/Hendra harus kandas setelah kalah dari Li Junhui dan Liu Yuchen dan memantapkan langkah China menuju final Thomas Cup tahun ini. Akhirnya Indonesia harus berpuas diri dengan menduduki posisi ketiga setelah memenangkan perebutan dengan Denmark.

Tim Uber Indonesia

Berbeda dengan tim Thomas, tim Uber Indonesia tidak mendapat hasil sempurna dari pertandingan pertama, namun tetap menang dengan skor 3-2 melawan Malaysia. Dua nomor tunggal, Fitriani dan Ruselli gagal menyumbangkan poin untuk Indonesia pada pertandingan ini. Indonesia mulai menunjukkan taringnya pada babak kedua setelah menyapu bersih 5-0 saat laga melawan Perancis.

Pada fase penentuan peringkat 1 dan 2 grup D piala Uber melawan China unggulan kedua, Indonesia harus mengakui kemenangan China dengan skor 3-2. Ruselli yang gagal menyumbang poin pada babak pertama, malah memberikan poin untuk Indonesia pada pertandingan ini. Satu poin lagi disumbangkan oleh Gregoria Mariska Tanjung setelah menang dua game langsung melawan Gao Fangjie.

Langkah Indonesia harus terhenti setelah kembali kalah pada perebutan tiket semifinal melawan tuan rumah. Pertarungan yang sangat ketat terjadi pada pertandingan ini. Poin pertama berhasil diraih oleh Ratchanok Intanon yang memberikan poin pembuka untuk tim Thailand. Namun kebahagiaan Thailand tidak bertahan lama karena tidak lama kemudian Indonesia mencuri dua poin berturut-turut lewat Greysia Poli/Apriyani Rahayu dan Gregoria Mariska Tanjung dalam dua game langsung. Cukup satu poin lagi dan Indonesia mendapatkan tiket menuju semifinal, namun Della/Rizki gagal mendapat poin ketiga dan menyebabkan diadakannya pertandingan kelima. Pertandingan penentu antara Ruselli Hartawan melawan Busanan Ombamrungphan memastikan kemenangan Thailand. Ruselli kalah dalam waktu 37 menit dengan skor yang tidak begitu baik 9-21 dan 12-21.

Walaupun belum berhasil membawa pulang piala Uber dan Thomas setelah lebih dari 10 tahun, tapi tahun ini putra-putri kebanggaan Indonesia sudah memberikan perjuangan terbaiknya. Mari kita doakan hasil yang lebih baik lagi pada pertandingan Thomas dan Uber 2020.

Editor: Vania Evan

Continue reading

Previous post

FRIDAY


107.7 UMN Radio [CT]

Current track
TITLE
ARTIST