Hustle Culture: Sebuah Kompetisi Internal dengan Diri Sendiri

Written by on August 14, 2021

Ultimafriends, pernah enggak sih kamu mendengar singkatan “kupu-kupu” alias kuliah-pulang kuliah-pulang yang sering disebutkan kepada mahasiswa yang enggak begitu aktif dalam kegiatan non-akademik kampus? Nah, lawan dari julukan kupu-kupu sendiri adalah “kura-kura”, alias kuliah-rapat kuliah-rapat.

Well, say hello to the newly upgraded name for that term: hustle culture.

Belakangan ini, banyak banget yang membahas tentang hustle culture. Mulai dari pros and cons, contoh hustle culture yang sehat dan toxic, dan lain-lain.

Kali ini, aku akan membahas hustle culture dari segi anak kuliahan.

Apa sih hustle culture itu? Simpelnya, hustle culture atau budaya hiruk pikuk adalah gaya hidup yang mengutamakan pekerjaan sebagai prioritas utama dalam hidupnya. Biasanya, orang yang menerapkan budaya ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Sometimes even on weekends!

Katanya, kalau enggak kerja itu rasanya enggak enak dan enggak produktif. Mungkin Ultimafriends punya teman yang enggak bisa banget kalau sehari enggak melakukan hal yang produktif. Entah itu menghadiri kelas, rapat, atau mengerjakan tugas yang deadline-nya masih berminggu-minggu lagi. Or did I just accidentally describe you?

Well, some of you might wonder, terus salahnya di mana? Bukannya bagus kalau seseorang itu selalu melakukan aktivitas yang produktif?

Ya, iya sih, tapi ternyata enggak selamanya hustle culture itu baik, lho, Ultimafriends.

Believe it or not, banyak banget orang yang kecanduan dengan bekerja sampai enggak punya waktu untuk sekadar refreshing, seolah-olah kalau enggak melakukan pekerjaan apapun itu berdosa banget.

Dunia perkuliahan memang biasanya terasa bergerak dengan cepat, seakan-akan kalau kamu mengambil waktu sejenak untuk rehat, kamu akan ketinggalan jauh dari teman-teman kamu. Terlebih lagi tekanan dari sana-sini yang mengatakan bahwa kuliah itu adalah waktu di mana kamu bisa simulasi dunia kerja melalui UKM atau kegiatan kampus lainnya. Tekanan ini yang membuat kita berpikir bahwa harus selalu mengiyakan kesempatan yang dilemparkan ke arah kita.

Ah, ada open recruitment kepanitiaan A. Bagus nih untuk pengalaman.

Wih, UKM ini kayaknya bisa gue terapin di dunia kerja nanti, ikut ah!

Waah, media kampus ini juga open recruitment! Kalau gue join, pasti bisa nambah pengalaman dan relasi!

– Kata seorang mahasiswa baru

Walau mengikuti banyak kegiatan di kampus pastinya dapat menambah pengalaman sekaligus relasi, bukan berarti kamu harus memaksakan diri untuk mengikuti semuanya dalam waktu yang bersamaan, ya, Ultimafriends! Ingat, mampu bukan berarti harus.

And now let’s talk about the guilt.

Rasa bersalah. Biasanya ini yang sulit dihilangkan dan mungkin sering muncul bagi beberapa orang yang menerapkan hustle culture. Rasanya, waktu itu seperti disia-siakan ketika kamu malah asyik tiduran sambil Netflix-an ketimbang duduk di depan laptop dan nugas.

See, hustle culture becomes a problem when it sets off an internalized competition between your self-needs and anxiety.  

If you ever feel like that, you might want to press the pause button on your work schedule.

Lagipula, enggak menerapkan hustle culture bukan berarti kamu itu pemalas, kok, Ultimafriends! Justru itu menunjukkan bahwa kamu percaya pada kemampuan dan batasan yang dimiliki diri sendiri.

Apalagi dalam masa pandemi seperti ini. Multitasking jadi dipermudah ketika kamu bisa berada di beberapa tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. You can literally join three meetings at the same time if you wish so!

Ultimafriends, walau memang dipermudah, tapi tetap ingat bahwa mencapai ambisi atau cita-cita enggak mesti kamu lakukan dengan membelah diri menjadi tiga bagian untuk mengikuti tiga kegiatan yang berbeda.

Mungkin kamu bisa menghadiri beberapa rapat sekaligus, tetapi tekanan dan tanggung jawab yang jatuh di pundak kamu akan berlipat ganda juga.

Jadikan ambisi kamu sebagai alat untuk mencapai cita-cita, bukan gaya hidup.

Set your own success at the pace you’re most comfortable in and don’t ever sacrifice your own self needs as the cost of your success, Ultimafriends!

Editor: Elizabeth Chiquita Tuedestin P.


107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST