Di Balik Layar MAXIMA 2020

Written by on September 29, 2020

Pada Sabtu, 26 September lalu, rangkaian acara MAXIMA 2020 telah merapat ke destinasi terakhir, yakni MAXIMA Isla: Fiesta Para El Winner. Meskipun dilakukan secara daring, MAXIMA tetap memiliki daya tarik tersendiri. Buktinya, Malam Puncak MAXIMA 2020 ini mampu menarik lebih dari 1.400 penonton untuk menyaksikan gelarannya secara live melalui platform Youtube. Kemeriahan Malam Puncak MAXIMA 2020 semakin terasa ketika menilik kolom chat yang selalu ramai dengan komentar penonton. 

Keseruan kolom chat Malam Puncak MAXIMA 2020. (Foto: Helen)

Tak bisa dimungkiri, kemeriahan MAXIMA yang perdana dilakukan secara online ini tidak terlepas dari usaha berbagai pihak di balik layar, mulai dari 177 panitia, 68 organisasi UMN, hingga seluruh performance yang tampil di panggung daring MAXIMA 2020. 

Ketua MAXIMA 2020 Yohanes Kevin Fatli menggambarkan rasa terkejutnya akan format pelaksanaan daring dengan ungkapan berikut.

“Ibarat orang yang bisa melihat, lalu tiba-tiba buta.”

Meski demikian, Fatli menegaskan bahwa MAXIMA tetap berjuang dalam “kebutaan” tersebut. Banyak upaya dilakukan agar MAXIMA dapat menanamkan ketiga nilai utamanya: berani, adaptif, dan tangguh, kepada seluruh pihak yang terlibat. Untuk itu, demi menghadirkan kemeriahan yang telah kita saksikan pada Sabtu lalu, MAXIMA juga telah melakukan riset ke berbagai event online, terutama konser musik yang memiliki konsep serupa dengan MAXIMA.

Selain jajaran panitia, UKM-UKM yang turut tampil dalam panggung online Malam Puncak MAXIMA 2020 juga melakukan persiapan maksimal demi menghibur para penonton. Buat Ultimafriends yang penasaran dengan persiapan UKM-UKM di balik layar MAXIMA 2020, tim reporter sudah merangkum hasil wawancara bersama Teater Katak dan Mufomic yang semoga bisa memberi gambaran soal persiapan UKM jelang tampil di Malam Puncak Maxima 2020. Let’s check this out.

1. Teater Katak

Penampilan Teater Katak pada Malam Puncak MAXIMA 2020 (Foto: Helen)

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, teater Katak tahun ini tidak lagi menampilkan pantomim. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian diri dengan peralihan platform dari offline (panggung fisik) menuju online (ditampilkan melalui platform).

“Setiap tahunnya, Teater Katak di MAXIMA itu membawakan pentas secara pantomim. Namun, karena tahun ini terdapat banyak keterbatasan, kami nggak bisa lagi melakukannya secara pantomim,” ungkap Farrel Irsyad Fanny, pimpinan produksi ‘Merah’, drama yang ditampilkan pada MAXIMA 2020.

Sejalan dengan pernyataan Farrel, produksi Teater Katak kali ini memang mengalami banyak perubahan, mulai dari segi cerita cerita, pembawaan tokoh, proses latihan, hingga jobdesc divisi. Jumlah pemain pun dikurangi, dari delapan menjadi hanya empat pemain, untuk mengurangi kemungkinan adanya kontak fisik berlebihan.

Walau begitu, Teater Katak tetap mengusahakan persiapan yang maksimal guna menghadirkan penampilan terbaik pada Malam Puncak MAXIMA 2020. Hal ini terbukti dari proses latihan yang tetap dijalankan dengan menekankan pada penguasaan emosi, mimik wajah, serta intonasi para pemain. Olah rasa juga tetap dilangsungkan secara daring untuk memastikan pemain dapat menghayati perannya masing-masing. Sementara itu dalam proses syuting, pemain dan crews menyempatkan diri untuk bertemu secara langsung, dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan, agar dapat membawakan pentas secara optimal.

2. Mufomic

Penampilan Mufomic pada Malam Puncak MAXIMA 2020. (Foto: Helen)

Menyatukan harmoni instrumen dan vokal dalam sebuah band bukan hal yang mudah. Apalagi jika proses tersebut harus dilakukan secara daring. Tak heran jika hal ini menjadi salah satu struggle terberat yang dialami oleh Mufomic dalam mempersiapkan penampilannya untuk Malam Puncak MAXIMA 2020.

Vice President Mufomic Ailsa Aulia Lesmana mengungkapkan, online (performance) is both blessing and curse bagi Mufomic. Pasalnya, mereka memang dapat me-retake video berulang kali sampai mendapat hasil yang memuaskan. Namun, dibutuhkan fokus dan kesabaran yang tinggi ketika melakukan mixing untuk audio dan video.

Ada lima tahap yang dilalui Mufomic untuk memberikan penampilan maksimal saat Malam Puncak MAXIMA 2020 pada Sabtu lalu. Tahap pertama, mencari referensi perform lagu yang ingin dibawakan. Lagu tersebut kemudian diaransemen agar menarik dan cocok dengan instrumen yang tersedia. Selanjutnya, anggota Mufomic membuat guide lagu untuk memastikan personel bermain dalam tempo dan chord yang sama. Setelah itu, semua instrumen yang ada akan diedit dengan mixer lalu diisi dengan vokal sebagai langkah terakhir.

Dalam memproduksi output penampilan untuk malam puncak, semua anggota Mufomic merekam instrumen dan vokal dari rumah masing-masing. Oleh sebab itu, mereka yang tampil di Malam Puncak MAXIMA 2020 adalah anggota yang memiliki alat musik di rumahnya.

A Little Note for You

Rangkaian acara MAXIMA 2020 memang telah usai. Namun, semoga nilai-nilai yang ditanamkan oleh panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam MAXIMA tahun ini dapat terus kamu bawa, ya, Ultimafriends! Seperti kutipan dari MAXIMA 2020, “Kapal telah berlabuh namun ini bukanlah akhir, karena tujuanmu masih jauh di depan,” kamu harus selalu siap bersikap berani, adaptif, dan tangguh selamaproses menggapai mimpi dan tujuanmu!~

Editor: Theresia Melinda Indrasari

[There are no radio stations in the database]