Belajar Cara Menanggapi Penyintas Kekerasan Seksual dari Serial Sex Education

Written by on July 28, 2021

Ultimafriends, after a long-long journey to report about sexual harassment, kita sampai pada topik yang tidak kalah penting dan paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, ketika kita berada sebagai posisi pendengar dari penyintas pelecehan seksual. Cara-cara di bawah ini bisa kamu gunakan untuk menanggapi seseorang yang “speak up” mengenai pelecehan seksual yang dialaminya, terlepas dari apakah orang tersebut merupakan kerabat terdekat sampai dengan orang yang tidak dikenal sekalipun.

Karena nyatanya, seseorang yang mengalami pelecehan seksual juga butuh didengarkan dan direspon secara khusus ketika mereka bercerita, Ultimafriends! Hal ini dikarenakan menceritakan sebuah pengalaman yang traumatis bukanlah sesuatu yang mudah. Biasanya mereka butuh waktu untuk mencerna kejadian dan bercerita pada orang terdekat.

Ini menjadi bahasan yang cukup berat karena menyinggung tentang pelecehan seksual yang berkaitan langsung dengan korban, but don’t worry our dear Ultimafriends! Karena tim reporter menggiring salah satu penyedia layanan hiburan, Netflix, yang turut aware dengan topik serupa. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hasil produksi serial yang menyinggung tentang pelecehan seksual, salah satunya Sex Education Season 2. 

And you need to take a note; this article was inspired by how people responded to the speak up one in the movie. Sambil menonton, apa salahnya mencoba dilakukan di dalam kehidupan nyata, ‘kan?

Without further ado, here we go– How To Respond Someone Who Experiences Sexual Harassment Based on Netflix Series: Sex Education Season 2.

1. Dengarkan Dengan Penuh Empati 

Dengarkan dengan seksama ya, Ultimafriends. (Sumber

Pada Sex Education musim kedua, tepatnya pada episode ketiga, terdapat adegan di mana salah satu karakter perempuan bernama Aimee mendapatkan sexual harassment di dalam bus. Oleh karena itu, ia mengalami trauma yang tak singkat dan menjadi takut untuk naik bus ke sekolah.

Kemudian, selang beberapa episode, tepatnya episode ketujuh, terdapat adegan ketika Aimee mulai berani menceritakan pengalaman pelecehan seksual yang dialaminya kepada kelima temannya; Maeve, Lily, Ola, Viv dan Olivia (cuplikannya terdapat dalam pranala di atas).

Apabila kita teliti lebih lanjut, ada lebih dari satu orang yang mendengarkan cerita Aimee and they’re listen to her carefully. Tidak ada yang menunjukkan reaksi berlebihan dan heboh sendiri. Faktanya, memutuskan untuk speak up mengenai pengalaman pelecehan seksual yang terjadi bukan hal yang mudah bagi beberapa orang dan ketika kita mendengarkan penyintas dengan seksama, mereka akan lebih merasa aman dan dimengerti.

2. Hindari Untuk Mencecar Korban Dengan Pertanyaan Lebih Lanjut Mengenai Kejadian

Masih dalam cuplikan yang sama, jika kita melihat kembali, ketika Aimee menceritakan kisahnya, kelima temannya tidak mencecar Aimee dengan pertanyaan seperti, “Kok bisa?” “Kapan kejadiannya?” “Kenapa baru cerita sekarang?” “Emang cowoknya kayak gimana?” “Aduh, terus lo lapor ke polisi gak?” “Orangnya ketangkep gak?” Dan sebagainya— but Instead of that, kelima perempuan yang notabenenya menjadi pendengar tersebut tidak berusaha untuk ingin tahu mengenai spesifikasi kejadiannya, mereka hanya fokus pada perasaan Aimee pada saat itu.

Hal tersebut ditunjukkan ketika Aimee mengatakan pada teman-temannya bahwa, “I always felt safe before, and now I don’t. Probably it sounds stupid.”

Aimee terlihat menyalahkan dirinya terhadap perasaan konyol yang ia rasakan karena dirinya menjadi takut naik bus dan terbayang wajah sang pelaku. Kemudian, Olivia salah satu temannya langsung menegaskan, “It doesn’t stupid.” Olivia menegaskan hal tersebut sebagai salah satu word affirmation karena perasaan yang dirasakan Aimee sangatlah normal setelah kejadian yang menimpanya– and Aimee shouldn’t blame herself for what happened, cuz is not her fault.

3. Memberikan Dukungan

Dukungan merupakan hal yang sangat penting untuk para penyintas pelecehan seksual. Hal tersebut ditunjukkan pada bagian terakhir di episode ketujuh, setelah Aimee didengarkan dan direspon oleh teman-temannya, hal tak terduga terjadi ketika ia berjalan kaki untuk pergi ke sekolah keesokan paginya dengan melewati tempat pemberhentian bus.

Aimee melihat kelima temannya menunggu di tempat pemberhentian bus dan membuatnya merasa bingung lalu bertanya, “What are you doing here?” Lantas, Maeve salah satu dari mereka menjawab, “Getting the bus.”

Maeve, Lily, Ola, Viv dan Olivia memberikan dukungan dengan cara ikut naik bus bersama dengan Aimee yang notabenenya tidak pernah lagi naik bus dan terpaksa jalan kaki ke sekolah sendirian setelah kejadian yang menimpanya.

Hal tersebut juga dilakukan kelima temannya agar Aimee merasa aman ketika berada di dalam bus dengan adanya kehadiran mereka, sekaligus menguatkan Aimee bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Ditunjukkan juga ketika Aimee terlihat ragu ketika ingin naik ke bus dan Maeve segera mengatakan, “It’s just a stupid bus.” Lalu Aimee mengangguk dan menyambar tangan Maeve untuk masuk ke dalam bus. 

Nah, Ultimafriends– in addition to the way Aimee’s friends did, we can also provide other support to survivors of sexual harassment, starting from the smallest things by giving words affirmation such as, “I’m with you.” “I’m sure you can get through this. You’re not alone” “Everything’s gonna be alright, I’m here.and many more.

Also– Probably those words look simple from our point of view, but it means a lot for them.

4. Anjurkan Untuk Melaporkannya Kepada Pihak Berwajib

Kembali pada adegan pelecehan seksual yang dialami Aimee di bus pada episode ketiga. Setelah kejadian tersebut, Aimee menceritakan sedikit dengan santai kepada Maeve mengenai kejadian di bus dan menganggapnya tidak terlalu serius, sedangkan Maeve justru terkejut dengan hal yang menimpa Aimee dan menganjurkan temannya tersebut untuk segera lapor ke polisi.

Namun, Aimee menolak dan mengatakan, “It’s silly.” Yang mengisyarakatkan seperti, ‘masalah sepele begini aja, loh! Ngapain dilaporin ke polisi? Gue gak kenapa-napa kok.’ Nah, poin terpenting di sini adalah, Maeve just give a concern about sexual harassment yang belum diketahui Aimee sebelumnya. Pelecehan seksual termasuk dalam tindakan kriminal yang perlu di proses secara hukum agar pelaku jera dan mengurangi kejadian yang sama terulang lagi.

Itu dia beberapa cara menanggapi korban pelecehan seksual yang speak up berdasarkan salah satu Netflix Series yaitu, Sex Education. Masih banyak serial lain yang mulai mengangkat tema serupa, so, enggak ada salahnya menonton sambil menerapkan hal-hal baik dari serial atau film favoritmu di kehidupan sehari-hari ya, Ultimafriends!

Editor: Elizabeth Chiquita Tuedestin P.
Feature Image: by Thibault Penin on Unsplash


107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST