Bedanya Kerja di Industri Hiburan Korea dari Jang Hansol dan Han Yoora

Written by on April 13, 2021

Annyeonghaseyo, Ultimafriends!

Mengusung tema Harmonious Season with Spring Festival dengan tagline “The Echo of Spring,” Hansan Festival 2021 mengadakan talkshow “Working on Entertainment Industry in Korea” dengan Jang Hansol dan Han Yoora sebagai pembicaranya. Talkshow yang berlangsung selama lebih kurang satu setengah jam ini membahas seru seputar gambaran kerja di industri entertainment Korea dari pengalaman Jang Hansol dan Han Yoora.

Talkshow “Working on Entertainment Industry in Korea” dimeriahkan oleh Jang Hansol dan Han Yoora sebagai speaker, serta Inez sebagai MC. (Foto: Alvin Rivaldo Pangestu)

Buat Ultimafriends yang belum mengenal Jang Hansol dan Han Yoora, mereka adalah content creator keturunan Korea yang aktif dalam membuat konten, baik di Indonesia maupun di Korea.

“Persiapan (program) TV di Korea dibandingkan dengan yang ditampilkan di layar jauh lebih dari itu,” jelas Jang Hansol. Persiapan satu tayangan program TV Korea membutuhkan waktu yang panjang untuk menghasilkan konten tayangan yang berkualitas. Hansol memberikan pengandaian untuk satu jam tayang suatu program TV Korea membutuhkan waktu shooting sekitar lima hari dan setiap harinya shooting selama sepuluh jam. Wah, lama banget ya Ultimafriends!

Hansol mengatakan hal ini sedikit berbeda dengan industri hiburan di Indonesia, di mana tren di Indonesia cenderung mengarah ke realita, namun tidak menampilkan konten yang apa adanya.

Selain itu, perbedaan musim juga ternyata menjadi salah satu hal yang unik loh, Ultimafriends. Misalnya, ketika program TV tersebut ditayangkan untuk musim panas dan kondisi shooting sedang musim dingin, maka proses shooting dilakukan dengan menyesuaikan kondisi musim, seperti menggunakan pakaian musim panas di tengah keadaan musim dingin yang sedang berlangsung.

Sama halnya dengan Hansol, Han Yoora juga merasakan pengalaman yang tidak kalah seru. Yoora mengatakan bahwa ia hanya tidur beberapa jam sewaktu shooting bersama dengan Hansol untuk salah satu program TV di Korea.

Sepertinya, kerja di industri hiburan Korea itu melelahkan ya? Tunggu dulu, Ultimafriends! Jangan buru-buru ambil kesimpulan ya karena Hansol dan Yoora juga berbagi pengalaman serunya bekerja industri hiburan Korea.

“Dengan bekerja di dunia entertainment Korea, banyak hal yang bisa kita pelajari dan diserap,” kata Hansol menanggapi pertanyaan Inez tentang enaknya kerja di entertainment industry Korea dan Indonesia.

Sebelumnya, Yoora menanggapi pertanyaan yang sama dengan mengatakan bahwa dirinya yang dulu akan memilih entertainment industry di Indonesia karena memiliki rasa kekeluargaan serta membangun dan mengembangkan diri menjadi lebih baik. Namun, kini berbekal dengan pengalaman dan kemampuannya, ia menyukai bekerja di entertainment industry Korea karena menurutnya Korea merupakan pusat dari dunia entertainment.

Terlepas dari jawaban pribadinya, Hansol menambahkan agar mempelajari terlebih dahulu sistem kerja entertainment industry Korea, sehingga dapat menguasai sistem tersebut dengan memberi kesan kekeluargaan dari industri hiburan di Indonesia.

Budaya Ppalli-Ppalli yang melekat di Korea

Sempat disinggung juga kaitan antara budaya Ppalli-Ppalli dalam menyeimbangkan kehidupan dan pekerjaan. Mendengar penjelasan dari Yoora tentang entertainment industry Korea, budaya ini dinilai juga melekat dalam entertainment industry Korea karena padatnya timeline untuk memproduksi suatu konten yang berkualitas. Namun, budaya Ppalli-Ppalli tersebut dapat disiasati loh Ultimafriends, sehingga tidak selalu berdampak negatif.

Hansol mengatakan bahwa budaya Ppalli-Ppalli dalam entertainment industry Korea membuat progress pekerjaan menjadi lebih cepat. Namun, di sisi lain tentunya hal tersebut mengorbankan waktu istirahat dan cenderung kelelahan. Menurutnya, kehidupan dan pekerjaan sulit untuk diimbangi sehingga ia menyiasatinya dengan “berani istirahat keras setelah bekerja keras.”

Sharing Session seputar pengalaman bekerja di industri hiburan Korea. (Foto: Alvin Rivaldo Pangestu)

Lain halnya dengan Yoora, ia melihat budaya Ppalli-Ppalli dapat membawa diri menjadi produktif dan juga membuat stres karena banyaknya kompetisi di dunia entertainment Korea. Namun, Yoora beranggapan bahwa banyaknya kompetisi dapat memotivasi diri untuk berbuat yang lebih sehingga dapat bersaing dan berprestasi dalam karier.

Oleh karena itu, semuanya kembali pada diri kita masing-masing, Ultimafriends. Bagaimana pun cara kamu menanggapi suatu persaingan dalam entertainment industry, yang terpenting haruslah bijak dan tidak merugikan siapa pun.

Kerja di Korea Enggak Susah Kok

Bahasa menjadi hal dasar yang penting untuk Ultimafriends yang ingin bekerja di Korea. “Orang Korea tidak bisa menoleransi soal bahasa,” jelas Han Yoora. Oleh karena itu, Ultimafriends bisa nih untuk mulai mempelajari bahasa Korea. Jika bahasa Korea sudah kamu kuasai, maka akan mudah untuk diterima oleh perusahaan di Korea. Selain itu, bahasa Inggris juga diperlukan sebagai bahasa pendamping, tetapi tetap untuk bahasa utamanya adalah bahasa Korea ya, Ultimafriends. 

Di samping kemampuan bahasa, keahlian juga dibutuhkan. Hanya saja bahasa menjadi hal mendasar yang perlu untuk dikuasai. Apabila bekal kemampuan sudah dimiliki, Ultimafriends tidak bisa asal melamar karena di Korea ada waktu tertentu pembukaan lowongan pekerjaan. Kamu bisa mulai mengincar pekerjaan pada awal pertengahan tahun dan akhir pertengahan tahun. Meski demikian, Ultimafriends tidak perlu khawatir karena semuanya melalui online yang memudahkan kamu untuk menyiapkan diri semaksimal mungkin.

Tipsnya selama menunggu panggilan interview, Ultimafriends harus menyiapkan diri mendalami pengetahuan seputar perusahaan dan pekerjaan yang dilamar sehingga saat interview kamu terlihat seperti orang yang profesional karena tampak tahu dan kenal dengan pekerjaan yang kamu lamar, bahkan perusahaannya.

Selain itu, pengalaman dalam organisasi juga dapat digunakan dalam dunia kerja. Han Yoora mengatakan bahwa pengalaman organisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat diperjualbelikan karena bisa saja pengalaman tersebut merupakan kesempatan di masa mendatang.

Sedikit berbeda dengan Yoora, Hansol menambahkan kalau setiap informasi yang didapat perlu disaring untuk diambil positifnya. Nilai positif dari informasi tersebut harus segera diterapkan dalam kehidupan agar dapat berkembang. Namun, perlu disadari tidak semua informasi itu faktual dan positif sehingga penting untuk Ultimafriends mengetahui informasi tersebut dengan mendengarnya secara langsung.

Talkshow diakhiri dengan sesi foto bersama Jang Hansol dan Han Yoora, serta pengumuman sepuluh pemenang beruntung yang berkesempatan untuk video call 1:1 dengan Han Yoora dan Jang Hansol. Buat Ultimafriends yang penasaran bagaimana keseruan acara puncak Hansan Festival 2021 dapat terus mengikuti informasi ter-update yang dibagikan di akun Instagram @hansan.festival.

Semoga ilmu dan sharing yang disampaikan oleh Jang Hansol dan Han Yoora mengenai pengalaman kerja di entertainment industry Korea bisa Ultimafriends serap dan bermanfaat bagi persiapan Ultimafriends ke depannya.

Hwaiting Ultimafriends!
Editor: Elizabeth Chiquita Tuedestin P.

107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST