ART WEEK 2018 AJAK PENGUNJUNGNYA PAHAMI SENI LEWAT EMOSI  

Written by on May 12, 2018

Ultimafriends, masih ingat dong sama acara Art Week yang digelar tahun lalu? Setelah sukses menggelar art exhibiton yang merangkap jadi tempat seru buat foto-foto, Art Week kembali digelar tahun ini untuk kali ketiga, oleh Student Board S1 Universitas Prasetiya Mulia. Dengan diusungnya tema Asa Rasa sebagai tema pameran tahun ini, Art Week 2018 ingin membawa pengunjungnya untuk menyelami lika-liku dan dinamika perasaan yang dimiliki oleh manusia. Pameran ini dibuat sedemikian rupa untuk membuat pengunjung ikut merasakan harapan dan luapan emosi yang dituangkan ke dalam karya seni yang dipamerkan dalam rupa lukisan, puisi, foto, dan digital arts.

Berangkat dari salah satu unsur temanya yaitu Rasa, pameran ini dibagi menjadi lima ruangan yang masing-masing merepresentasikan emosi yang ada dalam pribadi manusia. Alur pameran pun tidak hanya dibuat dengan apik dan teratur, namun juga sarat makna. Kelima emosi ini juga diwakilkan lewat nuansa cahaya dan karya seni yang selaras dengan makna dari tiap ruangan.

“Emosi yang kita pilih itu karena kita ngerasa kelima emosi itu adalah yang paling menggambarkan emosi-emosi manusia dan untuk penempatan ruangannya itu kita dimulai dari gempita, amarah, hampa, lara dan renjana. Itu juga ada alurnya dan ada kisahnya. Jadi kita ngerasa kalo emosi manusia itu dimulai dari hampa, dan diakhiri dengan kasih,” tutur Kimberly, salah satu panitia dari divisi event.

Penasaran dengan ruangan-ruangan yang dimaksud? Yuk, simak cerita salah satu reporter UMN Radio saat berkunjung ke Art Week 2018 kemarin!

1. Ruang Gempita

Setelah melewati kehampaan, saya langsung disambut dengan Ruang Gempita yang seakan ingin menggambarkan luapan kegembiraan manusia. Atraksi utama ruangan ini berpusat pada kolam yang dipenuhi bola plastik warna-warni, yang langsung membuat saya flashback, karena teringat dengan arena mandi bola yang sering saya kunjungi saat saya masih SD dulu. Untuk mempertegas kesan ceria, kolam ini dilatarbelakangi oleh tembok yang dicat kuning terang. Kalau kamu datang sendirian ke pameran ini jangan khawatir, karena seekor unicorn yang lucu siap nemenin kamu untuk foto bersama di kolam ini! Eits, tapi bukan unicorn beneran lho, melainkan unicorn dalam bentuk floaties kayak yang biasa kamu lihat di kolam renang.

Oh iya, kamu juga gak perlu khawatir  kalo mau foto bareng sama temen-temen se-geng, tapi gak ada yang fotoin. Karena panitia Art Week 2018 yang berjaga di tiap ruangan selalu sigap membantu kamu untuk mengabadikan momen dengan berfoto. Bahkan pihak panitia juga menyediakan jasa foto dengan kamera Polaroid di setiap spot-spot foto, yang dibanderol dengan harga lima belas ribu rupiah per lembar.

2.Ruang Amarah

Setelah  tadi disuguhi dengan keceriaan, sekarang waktunya untuk masuk ke ruang amarah. Ruangan ini dibanjiri dengan nuansa cahaya merah, yang kerap kali dikaitkan dengan rasa marah.  Karya-karya seni yang menggambarkan protes dan pemberontakan pun terpajang di sepanjang jalur pameran. Di sini juga ada art installation interaktif yang mengajak pengunjungnya meluapkan perasaan-perasaan yang pernah mereka rasakan, lewat kata-kata yang tertulis dalam lembaran kain yang sudah disediakan. Setelah memilih kata-kata yang diinginkan, pengunjung bisa memaku lembaran berisi kata tersebut ke dinding berlatar hitam yang tersedia.

3.Ruang Hampa

Saat memasuki pameran ini, perjalanan saya diawali dengan ruangan bertajuk Hampa yang melambangkan kekosongan. Ruangan ini didominasi dengan warna putih polos, untuk membuat pengunjungnya memahami makna hampa, yang pasti pernah dirasakan oleh setiap individu at some point.

  1. Ruang Lara

Meninggalkan ruang amarah, saya dibawa ke ruang lara.

“Ruang yang membuatmu larut, larut dalam keheningan”

Begitu kata tulisan yang tersemat di salah satu dinding ruangan ini. Benar saja, ruangan yang kental dengan nuansa biru ini, seakan membuat saya merasa jadi melankolis seketika. Deretan puisi dan lukisan yang menggambarkan kesedihan pun mengiringi langkah saya di sepanjang ruangan ini. Sebuah layar putih besar yang ditembaki cahaya proyektor yang memancarkan cahaya biru, menjadi main attraction dan menjadi tempat pengunjung ber-selfie ria.

  1. Ruang Renjana

Ruangan terakhir yang saya jelajahi adalah renjana. Arti kata literal dari renjana yang saya cari lewat Google barusan, renjana artinya rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya). Basically, ruangan ini didedikasikan untuk karya-karya seni yang ada hubungannya sama cinta. Ruangan ini sepertinya memang relatable buat kamu yang lagi kasmaran, karena dipenuhi oleh cahaya berwarna merah jambu dan puisi-puisi cinta.

Selesai dibawa berkeliling pameran yang rasanya seperti naik roller coaster of emotion, perjalanan saya berakhir di ruangan yang diberi nama Sukha Lan Dukkha. Atribut-atribut yang ada di ruangan ini mengingatkan saya sama festival kematian di Meksiko, El Día de Muertos, atau kayak tema film Coco. Ruangan bercat hijau toska ini, berpusat pada altar yang dibuat sangat mirip dengan aslinya, lengkap dengan pigura berisi foto-foto, salib, dan hiasan kertas krep yang dibentuk seperti pelangi. Ruangan ini juga dihiasi dengan bunga-bunga dari kertas warna warni, yang disebar di seluruh lantai dan dinding ruangan.  Bunga dipilih sebagai atribut dekorasi, karena menurut pembuatnya, Stevina Peni, bunga merupakan saksi bisu dari setiap peristiwa, baik sedih maupun gembira. Filosofi di balik terciptanya ruangan ini adalah untuk merayakan kehidupan kita yang dipenuhi oleh berbagai macam rasa seperti Amarah, Hampa, Lara, Renjana dan Gempita. Dengan adanya kelima emosi ini bisa menjadi blessing or a curse buat kita yang merasakannya, yang bisa kita lakukan adalah merespon “rasa” tersebut menjadi sesuatu yang positif, and make the best out of it.

You might also wanna read: Mahasiswi UMN Ikut Pamerkan Karya Seni di Art Week 2018

Rangkaian acara Art Week 2018 sendiri terdiri dari tiga acara, yaitu practical workshop, opening night dan art exhibition. Practical workshop merupakan acara pre-event yang diadakan dengan tujuan untuk mengasah berbagai keterampilan seperti food plating, marbling technique, natural print on textiles, weaving on small tapestry, dan natural dye. Rangkaian acara yang kedua adalah Opening Night yang merupakan malam pembukaan eksklusif dan dihadiri oleh tamu-tamu undangan dan tamu VIP. Di malam pembukaan ini, dihadirkan pula live art performance, dance performance oleh G.O Gigi Art Of Dance, lalu dimeriahkan oleh alunan ceria musik jazz khas ‘60an yang dilantunkan oleh NonaRia.

Acara pameran seni Art Week 2018 ini digelar mulai tanggal 10-13 Mei 2018 di Breeze Art Space, The Breeze BSD City. Acara ini memamerkan lebih dari 50 karya dan instalasi seni dari para seniman muda berbakat, yang telah dikurasi oleh para kurator ahli di bidangnya. Art Week 2018 juga berkolaborasi dengan social media influencer ternama seperti Eva Celia, Liko Sukhoi, Muhammad Fadil, Yendryma dan Nina Nikicio.

Foto: Brigita Olga
Editor: Vania Evan

107.7 FM UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST