An Introduction to Comfort Characters and Why You Should Definitely Have One

Written by on September 17, 2020

Ultimafriends, tanpa terasa sudah tujuh bulan berlalu sejak kita harus dirumahkan akibat pandemi ini. Siapa lagi yang bisa menemani waktu luang selama masa PSBB selain karakter-karakter fiksi kesayangan? Bagaimana, sudah berapa film, drama Korea, atau serial TV yang Ultimafriends coret dari daftar watch later-mu? Mungkin Ultimafriends juga akhirnya bisa membuka seal dari novel yang selama ini hanya nangkring di rak buku.

Salah satu alasan menonton atau membaca novel menjadi pilihan banyak orang untuk refreshing adalah kemampuannya untuk membawa kita ke sebuah realita lain, walau hanya sejenak. Menonton atau membaca novel memungkinkan kita untuk merasakan sedih, senang, takut, nyaman, gugup, bahkan semua hal yang telah disebutkan tadi secara bersamaan. Tak jarang pula kita merasa sayang pada karakter dan dunia alternatif yang ditawarkan oleh film, serial TV, atau novel favorit kita. Bahkan, karakter-karakter ini menjadi sumber kebahagian tersendiri bagi kita.

Ultimafriends, let me introduce you to the term ‘comfort characters’.

Singkatnya, comfort character atau karakter penghibur adalah karakter—baik dari film, serial TV, buku, atau game—yang bisa membuat kamu merasa aman dan bahagia saat kesal atau sedih.

Eleanor Shellstrop, karakter utama dalam serial TV The Good Place. (Foto: Giphy)

Contoh karakter penghibur pilihan tim reporter adalah Eleanor Shellstrop dari serial TV The Good Place. Eleanor adalah wanita sarkastik dan pintar, yang semasa hidupnya sangat menjengkelkan. She was annoying, selfish, and self-centered. Ketika Eleanor tanpa sengaja masuk ke ‘surga’ setelah meninggal karena tertabrak oleh troli supermarket (yes, I’m being serious), ia tahu bahwa ia harus berubah menjadi seseorang yang lebih baik agar ia tidak dipindahkan ke ‘neraka’. Alasan tim reporter memilih Eleanor sebagai karakter penghibur sangat simpel: if someone as selfish as Eleanor are capable of change, then so are we. Melihat Eleanor menggunakan keegoisan dan kelicikannya untuk kebaikan, memberikan tim reporter kepuasan dan hiburan dalam waktu yang bersamaan. Tim reporter menemukan comfort dalam keunikan kepribadian Eleanor Shellstrop. Even with a personality so flawed and looked down upon, she still managed to be the best version of her she could ever be.

Ada banyak alasan karakter fiksional dapat menjadi comfort character bagi seseorang. Banyak yang menjadikan comfort character-nya sebagai rumah, tempat ia bisa pulang ketika ia sedang mengalami hari yang buruk. Karakter fiksi ini dapat memberikannya rasa aman yang mungkin tak bisa ia temukan di kehidupan nyata.

Representasi yang baik dan sehat juga menjadi salah satu alasan seseorang mempunyai comfort character. Misalnya, ada seseorang yang merupakan closeted bisexual atau biseksual tertutup. Kemudian ia menemukan karakter di serial TV favoritnya yang sedang mengalami hal serupa. Ia akan merasa bahwa dirinya dan permasalahannya direpresentasikan oleh karakter yang ia tonton atau baca, sehingga seolah-olah tercipta ikatan yang membuatnya merasa nyaman tiap ia menonton atau memikirkan karakter tersebut. Ia akan merasa bahwa ia tidak sendirian. Ia akan tahu bahwa di luar sana masih banyak orang yang merasakan hal sama. Fictional characters’ struggles are usually a projection of how the society looks like, anyways.

Surprisingly, comfort character itu nggak selamanya harus karakter protagonis, lho, Ultimafriends. Pernah nggak sih kamu bersikap sangat defensif terhadap sebuah karakter yang notabene adalah seorang villain atau karakter jahat? Sebagai contoh, ternyata nggak sedikit orang di luar sana yang menjadikan Loki, karakter villain dari Marvel Universe yang terkenal dengan kelicikannya, sebagai karakter penghibur mereka. Mungkin Ultimafriends akan bertanya, kenapa? Rupanya, banyak yang menemukan comfort dari Loki karena mereka dapat melihat diri mereka dalam Loki. Misunderstood, unloved, and the good old daddy issues.

Walaupun Loki, Lord of Mischief, hampir selalu memiliki rencana licik, banyak orang yang justru mengaguminya. (Foto: Giphy)

“Oh, so it’s like you’re in love with a person that’s not even real?”

Jangan samakan ketertarikan dengan kenyamanan, ya, Ultimafriends. Sometimes, we relate and connect to a character so much that we wish we were their best friend, just so we could share and ease each other’s burdens. Hal ini menjelaskan mengapa terkadang kita merasakan empati yang begitu dalam terhadap karakter kesayangan kita. Mungkin—subconsciously—itu merupakan sebuah proyeksi dari kehidupan nyata kita, Ultimafriends.

Lalu, mengapa kamu harus memiliki karakter penghiburmu sendiri?

Sederhananya, dengan memiliki karakter penghibur, kamu dapat memiliki seorang karakter yang bisa memberikan rasa nyaman dan aman. Layaknya keluarga atau sahabat, karakter penghibur dapat menjadi ‘tempat pelampiasan’ rasa sedih maupun gundahmu. Walaupun nggak bisa berhubungan dengan mereka secara harfiah, kamu bisa ‘pulang’ ke comfort character-mu dengan menghidupkan kembali momen-momen favoritmu dengan mereka.

That’s the thing with comfort characters; since they can’t really go anywhere, they’ll always be there, ready to welcome you home.

Editor: Theresia Melinda Indrasari

[There are no radio stations in the database]