ENTERTAINMENT

Afgan: Menjadi Korban Bully Dapat Menempa Diri

todayMarch 10, 2018 10

Background
share close

Pasti sudah nggak asing sama pelantun tembang ‘Sadis’ kan, Ultimafriends? Tepat di tahun 2018, lelaki asal Minangkabau ini baru aja merayakan tahun ke 10-nya berkarya untuk kita semua nih!

Lelaki berlesung pipit satu ini bercerita bahwa dahulu semasa SMP, teman-temannya sering mem-bully dia, baik secara fisik maupun verbal. Selama tiga tahun diperlakukan tidak baik, tidak heran Afgan tumbuh menjadi sosok remaja yang memilih menutup diri, mudah panik dan cenderung paranoid. Siapa sangka, ternyata laki-laki idaman banyak wanita ini sempet nggak pede sama diri sendiri. Akhirnya ia jadi membatasi bergaul dengan orang lain. Meskipun diperlakukan tidak baik yang berdampak kepada perkembangan pribadinya, ia tetap berusaha memaafkan orang-orang yang menyakitinya.

“Trauma itu tetap masih ada sampai sekarang, karena trauma akan terus ikut sampai kita sukses. Akan tetapi aku berusaha melupakan semuanya, dengan nggak punya rasa dendam ke mereka-mereka yang sudah jahat sama aku,” ucap Afgan yang dikutip dari liputan6.com.

Menginjak usia ke 10 tahunnya dalam berkarya, sang pelantun ‘Terima Kasih Cinta’ merayakan peristiwa ini dengan melahirkan album ‘Dekade’ yang berisi 14 lagu karyanya. Di dalamnya, terdapat tujuh lagu lama, 4 lagu baru yang ia tulis sendiri, dan 3 lagu hits yang diaransemen ulang. Termasuk juga single ‘Heaven’ yang digarap bersama Rendy Pandugo dan Isyana Sarasvati, yang rampung hanya dalam waktu setengah jam!

Garis besarnya, album ‘Dekade’ ini merupakan rekap dari perjalanan seorang Afgansyah Reza selama 10 tahun terakhir.

Afgan dalam video klip single pertamanya, Terima Kasih Cinta (2008)

Mungkin sepuluh tahun masih tergolong sangat muda, namun, untuk bisa mempertahankan konsistensi dalam berkarya hingga satu dekade merupakan pencapaian yang besar. Dan Afgan, dengan lagu-lagu cintanya yang selalu membekas di hati penggemarnya (jamin deh, sebagian besar Ultimafriends pasti hafal lirik lagu Afgan di luar kepala) berhasil membalas segala cemoohan di masa kecilnya dengan karya yang dicintai banyak orang.

Nah, Ultimafriends, yuk belajar dari Afgan! Instead of worrying about what you cannot control, shift your energy to what you can create. Selamat berkarya, Ultimafriends!

 

Editor: Vania Evan

Written by: Theniarti Ailin

Rate it

Previous post

EVENT

Mau Event Kampus Sebesar We The Fest? Project Manager Ismaya Ini Tahu Solusinya!

Mahasiswa-mahasiswa UMN pasti sudah tidak asing lagi dengan pahit-manis kehidupan kepanitiaan event kampus. Apalagi, kampus mengeluarkan kebijakan poin SKKM, yang mewajibkan mahasiswanya untuk turut aktif dalam kegiatan kampus. Akhirnya, persaingan antar event kampus pun semakin ketat baik dari segi sumber daya manusia hingga konsep acara. Tapi jangan salah, event yang dirancang mahasiswa juga bisa kok setara dengan salah satu event terbesar di Indonesia seperti We The Fest! Lalu, apa ya […]

todayMarch 10, 2018 30


0%