A Day in the Life of An Anxious Introvert

Written by on August 26, 2019

Ultimafriends, Indonesia adalah negara yang dikenal dengan keramahannya. Saking ramahnya, agak nggak afdol rasanya kalau belum pernah basa-basi dengan orang lain. Baik itu sama teman sekampus yang nggak begitu dikenal—yang biasanya ketemu di lift di saat cuma ada kamu dan dia doang, driver ojek, atau mungkin orang di sebelahmu saat nunggu driver ojek yang barusan disebutin.

Eh, ternyata nggak semua orang itu nyaman dengan basa-basi lho, Ultimafriends. Many even dread it! Yes, beberapa introverts (obviously not all) biasanya akan sangat, sangat, sangat menghindari small talks alias basa-basi. Kenapa? Menurut riset dari seorang psikolog Laurie Helgoe, introvert nggak suka basa-basi karena interaksi yang jujur. No, introverts bukannya benci sama orang. Menurut Helgoe, introvert sebel sama obrolan ringan karena menurut mereka itu merupakan sebuah penghalang interaksi yang genuine di antara orang-orang. 

To put it simply, menurut mereka basa-basi itu basi banget, cuy.

Selain itu, basa-basi juga bisa menguras tenaga mental, lho. Ibaratnya ada sebuah imaginary social interaction battery yang kalau pagi-pagi masih penuh, tapi seiring berjalannya waktu, baterai tersebut akan habis. Sayangnya, mau nggak mau, suka nggak suka, kamu tetap harus berinteraksi dengan orang lain. 

Skenario 1: 

SOCIAL INTERACTION BATTERY PERCENTAGE: 100%

Kamu lagi berjalan menuju lift kampus. Sebelum pintu lift tertutup, kamu buru-buru menyelaknya dengan tangan. Phew! Kamu berhasil masuk. Pas nengok, ternyata ada teman SMA yang kamu nggak begitu kenal. Kamu mempertimbangkan dalam hati, “Duh, ajak ngomong nggak ya? Apa pura-pura nggak lihat aja?” Sialnya, dia lihat kamu duluan. Kamu mempersiapkan diri untuk basa-basi.

Teman lama: “EH! (nama kamu)! Udah lama nggak lihat!”

Kamu: “Eh, (nama temanmu)! Nggak nyangka bakal ketemu lo di sini.”

Teman lama: “Lah, sama! Lo jurusan apa?”

Kamu: *jawab*

Teman lama: *basa – basi*

Akhirnya, lift berhenti di lantai tujuannya.

Teman lama: “Eh, gue duluan ya! See you around!

Kamu: *nyengir*

SOCIAL INTERACTION BATTERY PERCENTAGE: 95%

 

Skenario 2: 

Kamu harus presentasi di kelas.

SOCIAL INTERACTION BATTERY PERCENTAGE: 75%

 

Skenario 3:

Kamu lagi jalan di jembatan naga, eh, ketemu lagi sama teman SMA-mu yang sebelumnya ketemu di lift.

Kamu: *pura-pura main HP*

Teman lama: *pura-pura nggak lihat kamu*

SOCIAL INTERACTION BATTERY PERCENTAGE: 75%

 

Skenario 4:

Kamu lagi asik Twitter-an sambil nunggu driver ojek online saat seseorang duduk di sebelahmu. Ternyata, dia tak lain tak bukan adalah anak yang paling lucu di kelasmu, paling interaktif juga. 

Teman kelas: “Eh, (nama kamu). Lo baru selesai kelas?”

Kamu: “Kan kita barusan sekelas…:”

Teman kelas: *garuk kepala* “Lah, iya, ya.”

Kamu: “…”

Teman kelas: *nyeritain tentang kisah kocak ala dia*

Kamu: *ceritanya terhibur* “WKWKWKWKWK…”

Akhirnya, driver ojek bilang kalau dia sudah di lobby, siap mengantarmu pulang.

SOCIAL INTERACTION BATTERY PERCENTAGE: 61%

 

Skenario 5:

Karena dapat driver ojek yang cukup talkative, kamu mendengarkan dia bernostalgia pada masa kuliah, anaknya yang sudah kelas 5 SD, dan lain-lainnya yang sebenarnya nggak begitu terdengar karena angin yang kencang.

Driver ojek: “Iya dek, waktu abang kuliah juga demen banget pulang sore begini gara-gara banyak kegiatan.”

Kamu: “Oh, gitu ya bang? Emang kegiatan apa, bang?”

Driver ojek: “Mapala, dek.”

Kamu: “Hah? Panahan?”

….

Driver ojek: “Dek, tinggal di rumah apa ngekost?”

Kamu: “Belum, bang.”

….

Akhirnya kamu sampai tempat tujuan dan bilang “terima kasih” ke driver-nya. Eh, saat mau masuk, si bang driver manggil lagi,

Driver ojek: “Dek…”

Kamu: “Ya, bang?”

Driver ojek: *nunjuk kepalamu* “Anu, dek… Helmnya belum dibalikin…”

Kamu: “EH, astaga, iya…”

Hayo, siapa yang pernah begitu~

SOCIAL INTERACTION BATTERY PERCENTAGE: 40%

REMINDER: Do Not Forget to Recharge Your Battery

Setelah melewati hari yang melelahkan, akhirnya kamu kembali dalam pelukan hangat selimutmu dan bersandar pada lembutnya bantalmu. Akhirnya.

Don’t get them wrong, bukan berarti introvert itu nggak seru atau too uptight. Mengutip lagi dari Helgoe, salah satu trik untuk bisa click dengan seorang introvert adalah membicarakan hal yang memang berarti dan memiliki makna; hobi, film atau artis kesukaan, dan olahraga favorit mungkin dapat menjadi conversation starters yang baik. 

Hmm…walaupun artikel ini banyak menggunakan kataintrovert, nggak menutup kemungkinan hal ini terjadi pada orang-orang yang berkepribadian extrovert dan ambivert, lho, Ultimafriends.

Gimana, kamu relate nggak sama skenario-skenario di atas?

Cukup sekian artikel ini ditulis, 

Sincerely written,

Seorang ambivert yang lebih cenderung introvert.

 

Sumber: Huffpost, Boombastis, Google Image
Editor: Aurelia Gracia

Continue reading

Previous post

FRIDAY


107.7 UMN Radio

Current track
TITLE
ARTIST