EVENT

The Sounds Project 2018 Lahir Dari Niat Baik Mempersatukan Musisi dan Penikmat Musik Beda Kalangan

todayMarch 2, 2018 2

Background
share close

Jakarta, UMN Radio – Di era maraknya penyelenggaraan festival musik di Jakarta, The Sounds Project turut digelar pada Sabtu (25/02) lalu di Kuningan City, Jakarta. Festival ini berhasil mendatangkan 16 musisi yang berasal dari era yang berbeda.

Mengangkat tema “Different Music Equates Us”, festival ini mencoba untuk mengolaborasikan musisi-musisi yang berasal dari era yang berbeda. Salah satunya, ada performance dari Fariz RM yang dikenal di era 1980-an yang dipasangkan dengan Diskoria, duo DJ asal Jakarta yang sedang naik daun saat ini.

Performers lain dari festival ini yaitu Mario Ginanjar – vokalis dari Kahitna – merasa sangat bersyukur karena bisa mendapat kesempatan manggung di acara anak-anak muda.

“Yang pasti, kita sangat bersyukur di umur Kahitna yang udah 32 tahun ini masih punya kesempatan main di The Sounds Project yang panitianya masih mahasiswa,” kata Mario saat diajak ngobrol di belakang panggung.

Menurut pria kelahiran 1982 ini, festival musik lintas generasi seperti The Sounds Project dapat menunjukkan kekuatan musik yang dapat dirasakan oleh siapapun tanpa mengenal  gender, usia, maupun kalangan.

Dari statement tersebut, dapat Ultimafriends lihat bahwa nilai persatuan yang ingin dibangun oleh festival musik ini juga dirasakan oleh performers-nya. Niat baik untuk menyatukan genre dan era musik yang berbeda-beda serta penikmat musik dari berbagai kalangan juga tertulis dalam press release festival ini, “di depan kedua panggung The Sounds Project vol. 3 nanti seluruh pengunjung dari berbagai kalangan, status sosial, ekonomi, suku, agama, usia, semua melebur menjadi satu paduan suara dadakan yang mengiringi apresiasi terhadap para musisi yang akan tampil.”

Sayangnya, meski lahir dari sebuah niat baik tersebut, The Sounds Project vol. 3 masih mendapat keluhan-keluhan dari para pengunjungnya.

Dari akun Instagram @thesoundsproject, tim reporter memantau kurang lebih ada 150 komentar yang meramaikan postingan terakhir dari official account festival ini. Dan ternyata, beberapa komentar terakhir menunjukkan kekecewaan dari pengunjung.

Sebagian besar komentar mengeluhkan keadaan venue yang terlalu sempit, kebijakan indoor smoking, dan juga kurang baiknya kondisi sound system yang digunakan dalam festival musik ini.

Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, The Sounds Project yang diadakan oleh mahasiswa Universitas Gunadarma ini mendapat apresiasi dari Festival Director Synchronize Fest, David Karto. “Karena saya tau mengadakan festival musik itu tidak mudah, saya sungguh mengapresiasi kerja keras teman-teman panitia. Apalagi festival ini sudah berlangsung selama tiga tahun,” ucapnya dalam sebuah sesi music talk yang diberi judul ‘Hidup Adalah Konser’ bersama Adib Hidayat sebagai narasumber kedua.

Foto: Michael Josua
Editor: Vania Evan

Written by: Michael Josua

Rate it

Previous post

EVENT

IIMS 2018 Ramah Pengunjung Perempuan dan Anak-Anak

Indonesia International Motor Show (IIMS) dikenal identik dengan exhibition khusus bagi laki-laki. Lalu muncul pertanyaan di benak kami tim reporter, bisa ‘gak ya IIMS dijadikan destinasi wisata bareng pacar atau keluarga? Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Dyandra Promosindo akan kembali dengan pameran otomotif andalannya, Indonesia International Motor Show. Tidak hanya mobil dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, acara ini juga turut memamerkan kendaraan bermotor roda dua dan menjual aksesoris-aksesoris yang dibutuhkannya. […]

todayMarch 2, 2018 14


0%